Nasi Aking Telah Diganti dengan Beras Bagus

Lurah Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Tedi Sutardi mengatakan, 30 karung beras miskin berkualitas buruk yang dikembalikan

Editor: Darajat Arianto
TASIKMALAYA, TRIBUN - Lurah Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Tedi Sutardi mengatakan, 30 karung beras miskin (raskin) berkualitas buruk yang dikembalikan warganya telah diganti dengan beras paling bagus oleh pihak Dolog.

Padahal, kata Tedi, biasanya raskin yang dibagikan tiap bulan adalah beras dengan kualitas sedang. "Sudah ramai gini, baru diganti dengan beras yang kualitas bagus. Soalnya, kelihatan bulir berasnya puting bening dan berbeda dengan beras raskin biasanya yang bulir putihnya agak kusam," terang Tedi kepada Kompas.com, Selasa (12/3/2013).

Tedi menambahkan, raskin yang mirip nasi aking itu diganti setelah pihak Kelurahan melaporkannya kepada Dolog Tasikmalaya. Penggantian beras itu telah disalurkan kembali kepada seluruh warga yang telah mengembalikan beras mirip nasi aking pada Senin (11/3/2013).

"Soalnya kan kita (kelurahan) hanya sebagai penyalur saja. Jadi kami tidak bertanggung jawab dengan kualitas beras raskin tersebut. Alhamdulillah, kemarin Dolog langsung menggantinya," tambah Tedi.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga memprotes kualitas beras raskin yang mirip nasi aking dan mengembalikan 30 karung dari 982 karung raskin seluruhnya ke kelurahan setempat.

Mereka enggan menerima bantuan raskin yang per kilogramnnya dibeli seharga Rp 1.600. Pasalnya, saat dimasak, nasi itu tidak mau berubah jadi nasi, serta buliran berasnya berwarna kuning.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Dolog Tasikmalaya, selaku penyalur bantuan raskin dari pemerintah, terkait raskin berkualitas jelek dan mirip nasi aking tersebut.  (*)

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved