Rabu, 27 Mei 2026

Seribu Angkot Bisa Mogok Massal

BANDUNG, TRIBUN - Menyusul PT Bianglala Metropolitan Jakarta sebagai pemenang tender Trans Metro Bandung (TMB) koridor I, Organda, Kobutri dan Kobanter secara tegas menolak keberadaan perusahaan tersebut.

Tayang:
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Deni Denaswara

BANDUNG, TRIBUN - Menyusul PT Bianglala Metropolitan Jakarta sebagai pemenang tender Trans Metro Bandung (TMB) koridor I,  Organda, Kobutri dan Kobanter secara tegas menolak keberadaan perusahaan tersebut. Bahkan bila pemerintah kota Bandung dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Bandung tetap menetapkan PT Bianglala menjadi operator TMB, maka kurang lebih 1000 angkutan kota (angkot) yang terpotong karena TMB koridor I bisa melakukan aksi mogok massal.

"TMB ini sudah digodok 3 tahun dengan upaya keras agar dapat beroperasi lancar melalui beberapa kesepakatan yang dirumuskan beberapa operator. Kenapa setelah ini berjalan justru ada operator dari luar yang tidak dikenal koperasi disini," kata Wakil Ketua I DPC Organda Kota Bandung, Parulian Sondang Hutabarat, Rabu (8/2).

Menurutnya, pemerintah harus berhati-hati dalam menerapkan kebijakan untuk angkutan massal, terlebih kalau sudah terkait ke masalah perut. Diharapkan pemerintah jangan bersifat arogan dan harus saling menghargai. Untuk masalah transportasi, ujarnya, serahkan kepada konsorsium karena menyangkut kehidupan anggota dari semua operator yang ada di Kota Bandung.

"Kalau Dishub tetap memaksakan kehendak, nantinya apa yang akan terjadi? Bisa saja (mogok massal), tapi kami tetap menghendaki Bandung kondusif," tegas Sondang saat disinggung tentang kemungkinan akan ada aksi mogok seperti tahun 2009 saat TMB mulai diooperasikan. (tif)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved