10 Toa Pek Kong Diarak Keliling Kota
CIREBON, TRIBUN - Ada yang berbeda dengan perayaan Cap Go Meh di Kota Cirebon tahun ini. Jika biasanya hanya ada enam patung dewa dewi (toa pek kong), di Tahun Naga Air ini, sepuluh toa pek kong diarak keliling kota.
Penulis: roh | Editor: Deni Denaswara
CIREBON, TRIBUN - Ada yang berbeda dengan perayaan Cap Go Meh di Kota Cirebon tahun ini. Jika biasanya hanya ada enam patung dewa dewi (toa pek kong), di Tahun Naga Air ini, sepuluh toa pek kong diarak keliling kota.
Sepuluh toa pek kong itu antara lain Ma Kwan Im Pho Sat atau Dewi Kasih Sayang, Thian Siang Seng Bo (Dewa Laut), Hok Tek Ceng Sin (Dewa Rezeki), Kwan Tee Kun (Panglima Perang), dan Hian Than Siang Tee (Panglima Perang). Kelimanya berasal dari Vihara Dewi Welas Asih atau Tiao Kak Sie.
Sementara toa pek kong lain adalah Hok Tek Ceng Sin (Dewa Rezeki) dari Kelenteng Lok Pin Tong Ciledug, Kabupaten Cirebon. Ada pula Hok Tek Ceng Sin dari vihara di Losari, Kabupaten Cirebon dan Vihara Hok Keng Tong Plered, Kabupaten Cirebon.
Toa pek kong lainnya adalah Hong Tjay Sen (Dewa Kekayaan) dari Vihara Buddha Sasana, dan Tjay Sen Yen dari Vihara Bun Santang Kota Cirebon.
Kesepuluh toa pek kong diarak keliling kota dengan diiringi tetabuhan tambur. Dimulai dari Vihara Dewi Welas Asih, iring-iringan Cap Go Meh dilanjutkan ke Jalan Pasuketan, Pekiringan, Parujakan, Sukalila, Jalan Benteng, dan kembali ke Vihara Dewi Welas Asih.
Selain toa pek kong, ada pula atraksi barongsai dan liong. (roh)