Rabu, 27 Mei 2026

Warga Heboh Dengar Tangisan Bayi di Pagi Hari

BANDUNG, TRIBUN - Warga di kawasan Jalan Rajawali Timur, Gang Suhari, RT 04/08, Kelurahan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Bandung heboh mendengar suara tangisan bayi, sekitar pukul 07.00, Jumat (3/2).

Tayang:
Penulis: Dicky Fadiar Djuhud | Editor: Deni Denaswara

BANDUNG, TRIBUN - Warga di kawasan Jalan Rajawali Timur, Gang Suhari, RT 04/08, Kelurahan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Bandung heboh mendengar suara tangisan bayi, sekitar pukul 07.00,  Jumat (3/2).

Jajang (32), salah seorang warga yang mendapat laporan dari Tia (24), tetangganya langsung melapor kepada petugas keamanan setempat. Keduanya, khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka pun bersama-sama mencari asal suara tangisan bayi tersebut.

"Saya enggak berani ngedeketin, takut. Langsung aja saya bilang ke tetangga (Jajang) kalau ada suara bayi nangis di halaman Ibu Iis. Waktu saya pulang ke rumah dari warung. Kaget aja, tiba-tiba ada suara bayi nangis," ujar Tia saat ditemui di lokasi kejadian.

Bayi yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu, langsung dibawa masuk oleh warga ke dalam rumah Hj Endang Sobarna. Tinggi dari bayi itu sekitar 52 sentimeter dan beratnya 2,8 kilogram.

Perkiraan warga, bayi itu dibuang oleh orang tua tak bertanggungjawab sekitar pukul 06.00 pagi. Beberapa warga ada yang melihat, saat itu sekitar pukul 06.00, ada seorang wanita yang tidak dikenal warga mengenakan baju ungu. Tapi, wanita itu terlihat berjalan terburu-buru dan seperti tengah menangis tak jauh dari lokasi ditemukannya bayi mungil tersebut.

"Ada warga yang lihat, sekitar jam enam itu. Katanya, ada wanita pakai baju ungu, jalan buru-buru sambil nangis. Dekat sini (lokasi ditemukan bayi). Dia jalan ke arah jalan raya. Di pinggir jalan, kelihatan seperti tengah ditunggu sama laki-laki. Mungkin bapak si bayi. Ya enggak tahu juga," kata Jajang.

Pagi itu, warga di sekitar lokasi ditemukan bayi tersebut tumplek ke rumah Hj Endang. Beberapa ada yang mengeluarkan sumpah serapah terhadap orang tua yang tega-teganya membuang bayi tersebut.

Apalagi saat ditemukan, bayi itu dimasukan ke dalam kantong kresek kecil. Posisi bayi tidur, tapi kakinya terlipat ke atas.

Jajang maupun warga lain mengaku di wilayah mereka selama ini tidak ada yang sedang hamil. Jadi, mereka merasa tidak yakin kalau bayi itu dibuang salah seorang warga di wilayah mereka.

Usai ditemukan warga, Iis (46), salah seorang anak Hj Endang langsung membawa bayi mungil itu ke Rumah Sakit Kebonjati untuk memeriksa kondisi dan keadaan bayi tersebut.

"Dokter yang meriksa bilang, bayinya sehat dan normal. Tingginya 52 sentimeter dan beratnya 2,8 kilogram. Belum dikasih nama, nanti aja sama suami saya yang kasih namanya. Sekarang, anak ini mau dirawat. Saya punya anak dua, sekarang bertambah jadi tiga," kata Iis yang berniat akan merawat dan membesarkan bayi perempuan itu. (dic)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved