Pelaku Koperasi di Indramayu Diminta Menjadikan Kaum Milenial Sebagai Pangsa Pasar

Pelaku koperasi di Kabupaten Indramayu diminta untuk bisa menjangkau pangsa pasar lebih luas dengan cara menjadikan kaum milenial sebagai pangsa pasar

Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Pelaksanaan upacara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 tahun 2019 tingkat Kabupaten Indramayu di Alun-alun Indramayu, Senin (29/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Para pelaku koperasi di Kabupaten Indramayu diminta untuk bisa menjangkau pangsa pasar lebih luas dengan cara menjadikan kaum milenial sebagai pangsa pasar.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Rinto Waluyo saat peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 tahun 2019 tingkat Kabupaten Indramayu di Alun-alun Indramayu, Senin (29/7/2019).

Dia menyampaikan, kaum milenial menjadi pangsa pasar yang sangat menjanjikan, mengingat satu pertiga dari penduduk Indonesia secara keseluruhan adalah generasi milenial.

"Reformasi total yang telah dijalankan dalam rentang waktu lima tahun terakhir ini, pada dasarnya mendorong koperasi untuk dapat beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan di era modern saat ini," ujar Rinto Waluyo.

Berikut Nama-nama Korban Tabrakan Maut di Tol Cipali KM 133/900 Indramayu, Bus Hantam Avanza

Ia menyampaikan, pihaknya terus berusaha untuk menciptakan pelaku koperasi yang mempunyai kreativitas dan inovasi tinggi untuk menata organisasi dan kreatif dalam menjalankan strategi bisnis.

Rinto Waluyo menekankan, agar pelaku koperasi lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi berbasis digital, seperti platform e-commerce, aplikasi retail on-line dan aplikasi digital lainnya dalam mengaet pangsa pasar.

Sebagaimana yang dikatakan Menteri Koperasi dan UKM RI, disampaikan Rinto Waluyo, koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang handal menyesuaikan tantangan di era modern.

Tantangan baru yang dihadapi oleh dunia perkoperasian, tidak hanya beralih dari konvensional menjadi digital, akan tetapi menyangkut juga persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola.

"Dalam konteks itu, maka koperasi harus melakukan reformasi total terhadap sistem kepranataan," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Indramayu, Hj. Rosidah mengatakan, berdasarkan data pada akhir tahun 2018 ada sebanyak 974 koperasi di Kabupaten Indramayu.

Setelah Dibeli Pengelola Tol Cipali, Tanah Milik Fahmi Hilang Sekitar 1.000 Meter Persegi

Disampaikan Rosidah, ratusan koperasi itu bahkan dapat menghasilkan sisa hasil usaha (SHU) sebanyak Rp 129.456.738.000 pada tahun 2018.

Nominal ini mengalami kenaikan dibandingkan SHU tahun 2017 yang hanya mencapai Rp 118.684.092.000.

Meski demikian, dirinya menyampaikan saat ini koperasi di Kabupaten Indramayu yang aktif hanya sebanyak 441 unit.

Selain itu, koperasi aktif RAT sebanyak 136 unit, koperasi aktif tidak RAT sebanyak 305 unit, dan koperasi tidak aktif sebanyak 533 unit.

"Tahun 2019 ini kita optimis jumlah koperasi yang sehat akan semakin bertambah begitu pun pencatatan terhadap SHU koperasi akan semakin meningkat,” kata Rosidah.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved