Tanah di Sekitar Lokasi Longsor Labil, Dapur Umum Dibangun Empat Kilometer dari Lokasi

Dapur umum dibangun empat kilometer dari lokasi longsor. Tanah di sekitar lokasi longsor labil.

Tanah di Sekitar Lokasi Longsor Labil, Dapur Umum Dibangun Empat Kilometer dari Lokasi
Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama
Sejumlah warga saat dibawa oleh tim Tagana dari lokasi longsor menuju dapur umum yang berada di dekat kantor Desa Kidangpananjung, Rabu (15/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, CILILIN - Tim dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah membangun barak dapur umum di dekat Kantor Desa Kidangpananjung sejak Selasa (14/5/2019) untuk para warga yang menjadi korban longsor di Kampung Cicapeu, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin.

Sekretaris Desa Kidangpananjung, Asep Sutisna, mengatakan pembuatan dapur umum yang berada dekat Kantor Desa Kidangpananjung karena labilnya tanah di sekitar lokasi longsor.

"Kami khawatir jika dibangun di dekat lokasi longsor nanti membahayakan karena kondisi tanah yang labil," katanya di kantor desa, Rabu (15/5/2019).

Jarak antara Kantor Desa Kidangpananjung ke lokasi longsor, kata Asep sekitar 4 kilometer.

Dia menambahkan jumlah warga yang mengungsi di posko yang dibuat di RT 2/6 sebanyak 166 jiwa dari jumlah total warga di sana 517 jiwa yang masuk dalam 182 kepala keluarga.

"Yang rusak parah itu ada tiga rumah milik Udi (25) tahun ada 3 jiwa, Maman (30) tahun ada 3 jiwa, dan Irfan (21) tahun ada 3 jiwa, serta ada satu masjid yang rusak berat. Kami (aparat desa) telah lakukan pendataan warga terdampak dan terancam. Warga yang terdampak itu paling parah di RT 5," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan rumah rusak akibat bencana longsor yang terjadi di Kampung Cicapeu, RW 6, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Minggu (12/5/2019).

Longsor terjadi karena intensitas hujan yang tinggi pada hari kemarin.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Duddy Prabowo, mengatakan ada 8 bangunan rusak berat, 13 bangunan rusak sedang, dan 33 bangunan rusak ringan, ditambah satu masjid rusak berat.

"Untuk yang di Kidangpananjung 166 orang mengungsi. Petugas kami telah berada di lokasi dan melakukan asesmen pengkajian bencana sekaligus membantu evakuasi barang-barang warga," katanya saat dihubungi Tribun melalui sambungan telepon, Senin (13/5/2019).

Tak hanya di Kidangpananjung, Duddy mengatakan di hari yang sama bencana longsor terjadi di lokasi lain di Cililin.

Longsor terjadi di Kampung Tegalpanjang, RT 1/15, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin. Dampaknya satu rumah rusak berat dan 5 rumah lainnya terancam.

Longsor terjadi di Kampung Cikoneng, RT 4/15, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, berdampak pada dua rumah rusak ringan.

"Kami imbau warga tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana susulan dan masyarakat yang terdampak sudah mengungsi ke tempat aman," ujarnya.

Logistik Buka Puasa dan Sahur Dikirim, Besok Dapur Umum Dibangun di Lokasi Korban Longsor Cililin

Kades Kidangpananjung Cililin Sebut Wilayahnya Memang Langganan Longsor

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved