Setelah Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih, Wali Kota Tasik Budi Budiman Diperbolehkan Pulang

Pascadiperiksa KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (9/5), Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman tersangka kasus dugaan suap diperbolehkan pulang

Setelah Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih, Wali Kota Tasik Budi Budiman Diperbolehkan Pulang
Tribun Jabar/Isep Heri
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, usai diperiksa dan ruang kerjanya digeledah KPK, Rabu (24/4/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pascadiperiksa KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (9/5/2019) siang tadi, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap diperbolehkan pulang.

"Setelah diperiksa dari pagi sampai sore tadi hampir selama delapan jam, didampingi oleh saya sebagai kuasa hukumnya. Akhirnya Pak Budi diperbolehkan pulang ke Tasikmalaya. Alhamdulillah," kata Ketua Tim Kuasa Hukum Wali Kota Tasikmalaya, Bambang Lesmana, melalui sambungan telepon, Kamis malam.

Bambang Lesmana menuturkan, waktu diperiksa tim KPK, Budi Budiman diberikan sebanyak 20 pertanyaan.

Seluruh pertanyaan yang dilontarkan tim penyidik KPK, kata Bambang bisa dijawab secara lancar oleh Budi Budiman.

Namun Bambang enggan menyebut secara pasti apa saja pertanyaan yang di lontarkan tim penyidik KPK.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman Diperiksa di Gedung Merah Putih KPK

Diperbolehkannya Budi Budiman yang belum mengundurkan diri dari Wali Kota meski tersangkut kasus hukum untuk kembali ke Tasikmalaya di jelaskan Bambang, ialah hasil kompromi dan kebijaksanaan KPK.

"Pertama itu keputusan KPK, tapi kita juga secara lisan memohon kepada KPK supaya Pak Budi tak ditahan. Apalagi, sekarang sedang menjalani ibadah di bulan Ramadhan," jelasnya.

Meski demikian izin kembali ke Tasikmalaya, lanjut Bambang adalah dengan catatan jika kliennya dipanggil kembali harus segera ke Jakarta.

"KPK sewaktu-waktu akan memanggil kembali Pak Budi melalui sambungan telepon kepada kami juga tim kuasa hukumnya. Sampai sekarang belum ditentukan kapan waktunya," tambah dia.

Budi Budiman kali pertama menghadiri panggilan KPK setelah ditetapkan tersangka kasus suap.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman dibopong Satpol PP saat memuju mobil dinasnya di Bale Kota Tasikmalaya. Budi terlihat ngantor pascaditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap oleh KPK, Senin (29/4/2019).
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman dibopong Satpol PP saat memuju mobil dinasnya di Bale Kota Tasikmalaya. Budi terlihat ngantor pascaditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap oleh KPK, Senin (29/4/2019). (tribunjabar/isep heri)

Budi Budiman Mengaku Terharu Dibopong Anak Buahnya, Bukan Hanya Soal Hubungan Kerja

Budi disangka terlibat dalam kasus suap terkait dana alokasi khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018.

Budi disangka memberikan uang Rp 400 juta kepada Yaya Purnomo selaku pegawai di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Budi disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved