WNA Tiongkok yang Dikabarkan Bakal Menikahi Gadis Tasikmalaya, akan Dideportasi Pihak Imigrasi

Setelah 14 hari harus tinggal di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas II Kota Tasikmalaya, Yuan Zhenshun, Zeng Xiangshun

WNA Tiongkok yang Dikabarkan Bakal Menikahi Gadis Tasikmalaya, akan Dideportasi Pihak Imigrasi
tribunjabar/isep heri
Pemeriksaan WNA Tiongkok di Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya, Rabu (8/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Setelah 14 hari harus tinggal di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas II Kota Tasikmalaya, Yuan Zhenshun, Zeng Xiangshun, Li Yadong, Sun Mingchao rencananya akan dideportasi ke negara asalnya.

Empat pria WNA (warga negara asing) asal Tiongkok itu, harus berurusan dengan Kantor Imigrasi setelah mereka tak bisa menunjukan paspor.

Keempatnya diamankan dari wilayah Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Subseksi Inteljen Keimigrasian Tasikmalaya, Sarial mengatakan keempatnya akan dipulangkan paksa Kamis (9/5/2019) malam melalui jalur udara.

"Setelah diperiksa empat orang WNA akan dilakukan deportasi malam nanti akan kami berangkatkan melalui Soekarno Hatta. Penerbangan besok malam sekitar pukul 21.00 WIB," kata Sarial saat ditemui, Rabu (8/5/2019).

Dijelaskan Sarial, berdasarkan pemeriksaan keempatnya dikenai sanksi deportasi dan pencekalan karena melanggar UU Keimigrasian nomor 6 Tahun 2011 Pasal 71 huruf b.

Jasa Marga Fokus Perbaikan Dua Titik Ini di Tol Palikanci Cirebon, Tuntas Sebelum H-7 Lebaran

Dalam pasal itu dijelaskan bahwa setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia wajib memperlihatkan dan menyerahkan dokumen perjalanan atau izin tinggal yang di milikinya apabila diminta pejabat imigrasi yang bertugas dalam rangka pengawasan keimigrasian.

Sarial menuturkan, berdasarkan keterangan kepolisian sebelumnya, empat pemuda asal negeri Panda itu berada di Tasikmalaya untuk melangsungkan pernikahan dengan gadis warga sekitar.

Menyantap Menu Buka Puasa Ala Buffet di Mentari Resto, Makan Sepuasnya Cuma Bayar Rp 88 Ribu

"Tapi lebih jelasnya kami tidak tahu karena yang bersangkutan sulit di ajak berkomunikasi," lanjut dia.

Pihak imigrasi, kata Sarial, terkendala bahasa karena tidak dari keempatnya yang mampu berbahasa Indonesia bahkan tidak bisa berbahasa inggris.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved