Ada 9 Titik Rawan Macet di Kabupaten Garut, Andong Diminta Tak Beroperasi Selama Arus Mudik
Kasatlantas Polres Garut, AKP Rizky Adi Saputro menyebut, jalur selatan yang melintasi Garut memiliki beberapa titik kemacetan.
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Satlantas Polres Garut menyiapkan jalur yang akan dilewati oleh pemudik. Jalan Limbangan-Malangbong yang menjadi jalan nasional menjadi fokus dalam penyiapan jalur mudik.
Kasatlantas Polres Garut, AKP Rizky Adi Saputro menyebut, jalur selatan yang melintasi Garut memiliki beberapa titik kemacetan.
Aktivitas pasar tradisional jadi penyebab kemacetan di jalur selatan.
"Kemarin juga sudah dilakukan pengecekan oleh Kakorlantas. Sudah ditinjau untuk penanganan saat nanti mudik," ucap Rizky saat ditemui di Jalan Patriot, Selasa (30/4).
Kakorlantas telah memberi arahan setelah dilakukan peninjauan.
Jalur selatan masih jadi akses favorit bagi pemudik. Namun pemudik harus berhati-hati karena ada beberapa jalur rawan.
"Seperti di Pasar Limbangan harus lebih dioptimalkan karena jadi titik kemacetan. Apalagi aktivitas masyarakat semakin meningkat di bulan Ramadan," katanya.
Selain Pasar Limbangan, Pasar Lewo juga harus mendapat perhatian lebih karena adanya aktivitas yang meningkat.
Secara umum di Kabupaten Garut, disebut Rizky terdapat delapan hingga sembilan titik yang bisa menganggu arus lalu lintas.
• Penemuan Penting Hasil Sumbangsih Ilmuwan Muslim era Kuno, dari Pesawat Terbang sampai Batu Baca
• Sepak Bola Menyerang ala Miljan Radovic Belum Tampak tapi Sisi Positif Sudah Terlihat, Apa Itu?
"Kami maksimalkan kanalisasi untuk memperlancar arus nantinya. Selain pasar, jalan yang berkelok dan menanjak juga jadi penghambat arus," ucapnya.
Rizky menambahkan, andong juga jadi salah satu hambatan arus lalu lintas di jalur selatan.
Pihaknya berharap, kompensasi kepada pengusaha andong masih tetap diberikan dari Pemkab Garut.
Keberadaan andong di antaranya di Kecamatan Limbangan dan Malangbong.
Andong kerap jadi penghambat arus lalu lintas sehingga Pemkab Garut sejak beberapa tahun meminta pengusaha andong tak beroperasi selama arus mudik.
"Kalau bisa diperpanjang kompensasinya. Biasanya kan 7 hari, tapi kami harap bisa full, dari H-7 sampai H+7," katanya. (firman wijaksana)