Begini Bocoran Sistem Penerimaan SMA Tahun Ini, Prediksi untuk SMK Tak Ada Zonasi

Kepala Cabang Dinas Wilayah VI Disdik Jabar, Deden Saeful Hidayat, mengatakan, sistem penerimaan siswa baru SMA dan SMK 2019

Begini Bocoran Sistem Penerimaan SMA Tahun Ini, Prediksi untuk SMK Tak Ada Zonasi
Ilustrasi Mengkritisi Sistem Zonasi PPDB 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepala Cabang Dinas Wilayah VI Disdik Jabar, Deden Saeful Hidayat, mengatakan, sistem penerimaan siswa baru SMA dan SMK 2019 tak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya yang menggunakan sistem zonasi.

Namun ada penguatan lainnya dimana jalur prestasi dan jalur perpindahan orangtua akan diakomodir. Meski sedang digodok oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Kadisdik Jabar, PPDB 2019 akan mengacu kepada Permendikbud terbaru tahun 2019.

"Saat ini di tingkat provinsi penerimaan peserta didik baru sedang dibahas dengan gubernur dimana pada nantinya akan dikeluarkan disesuaikan peraturan gubernur mengacu kepada Permendikbud yang terbaru," ujar Deden setelah membuka O2SN tingkat SMK dan SMA di lapang Badak Putih, Selasa (23/4/2019).

Ia mengatakan, porsi zonasi menempati porsi terbesar sebanyak 90 persen. Dari 90 persen tersebut sebanyak 20 persen diperuntukkan bagi siswa kurang mampu.

Lalu sebesar 5 persen diperuntukkan bagi jalur prestasi dan sebesar 5 persen diperuntukkan bagi perpindahan domisili orangtua.

"Tahun lalu masih mengakomodir nilai ujian nasional, tahun ini diprediksi tak dilakukan mengingat porsinya sudah ada di zonasi dan sudah dibagi," katanya.

33 Pengawas Pemilu Meninggal Dunia, 10 di Jabar, Ada Juga yang Alami Kekerasan Saat Bertugas

Disdik Jabar menargetkan berdasarkan pembahasan per 1 Mei sudah dilakukan sosialisasi PPDB yang terbaru.

"Kadis pada saatnya nanti akan bertemu dengan semua orangtua SMP maupun Pemda, sebagai kepanjangan dari Disdik Jabar kami nanti juga akan sosialisasi bersama dengan Pemda Cianjur," katanya.

Ia memastikan tak ada praktik titip menitip lagi dan semua pihak harus menyadari karena telah diakomodir.

Ia menggarisbawahi porsi 20 persen untuk keluarga miskin sebaiknya digunakan untuk mereka yang benar benar kurang mampu.

Supardi Sebut Persib Bandung Incar Cleansheet dan Minimal 1 Gol di Markas Borneo FC

"Jangan coba-coba bikin SKTM palsu karena akan dipidana, mengimbau dari orangtua juga harus mengikuti aturan," katanya.

Ia mengatakan, prediksi untuk penerimaan siswa SMK tak ada zonasi alias dibebaskan hanya menggunakan nilai UN lalu ada tes bakat dan minat.

Sedikit mengomentari jalannya O2SN di Cianjur, Deden menyebut agak unik karena digabung antara SMA dan SMK partisipasinya sembilan cabang olahraga.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved