Kartini era Modern: Sempat Menyerah, Semangat Tinggi Siswa Buat Ema Putuskan Terus Mengajar

Ema mengatakan, praktik yang dilakukannya sehari-hari saat ini ingin ditularkan ilmunya kepada para mahasiswanya.

Kartini era Modern: Sempat Menyerah, Semangat Tinggi Siswa Buat Ema Putuskan Terus Mengajar
ferri amiril/tribun jabar
Ema Siti Huzaemah SH MH. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - EMPAT belas tahun menjadi jaksa tak membuat Ema Siti Huzaemah SH MH, menghentikan segala kegiatannya di luar pekerjaan wajibnya.

Setelah berhasil melaunching pelayanan gratis barang bukti melalui online di Kejaksaan, ibu lulusan S2 Unpad Bandung ini juga menjadi dosen di Fakultas Hukum Universitas Terbuka yang 26 mahasiswanya merupakan mahasiswa bea siswa bidik misi yang berprestasi di SMA tapi tak mampu melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Tuntutan untuk membantu generasi berprestasi menjadi latar belakang ia menyempatkan diri setiap Sabtu mendatangi SDN Jambudipa Warungkondang Cianjur, tempat di mana para mahasiswanya belajar hukum.

Ia sempat akan menyerah karena sempat kelelahan membagi waktu antara mengurus keluarga dengan 4 orang anak yang masih kecil-kecil, pekerjaan, dan sekarang harus menjadi dosen.

Namun karena semangat mahasiswanya alhasil ia kembali tekun mengajar.

"Setelah dijalani bukan hanya sekadar kepentingan dosen dengan mahasiswa, tapi ada tanggungjawab emosional antara saya dengan para mahasiswa dimana saya harus membantu merek untuk maju," kata Ema ditemui di kampus UT SDN Jambudipa, Sabtu (20/4).

Ibu yang pernah menjadi penguji mahasiswa hukum Unpas Bandung dalam praktik beracara ini juga berpendapat bahwa segala sesuatu harus dijalani dengan ikhlas dan tak dikeluhkan karena hanya akan membuat prestasi menurun.

Hal tersebut terbukti dengan inovasi di kejaksaan yang telah ia buat.

"Pelayanan ini gratis, warga yang memiliki sangkut paut dengan barang bukti silakan melalui media tadi bisa online mengajukan pengambilan, ketika sudah inkrah maka bisa diambil, katagorinya semua barbuk kasus pidum maupun pidsus," ujarnya.

Ema yang saat ini menjadi Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Sitaan, mengatakan, sistem mekanisme dan prosedur pelayanan bisa dilakukan dengan cara pemilik menghubungi Kasubsi barang bukti sebagai petugas layanan.

Ema Siti Huzaemah SH MH, bersama 26 mahasiswa yang merupakan mahasiswa beasiswa bidik misi yang berprestasi di SMA tapi tak mampu melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Ema Siti Huzaemah SH MH, bersama 26 mahasiswa yang merupakan mahasiswa beasiswa bidik misi yang berprestasi di SMA tapi tak mampu melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. (ferri amiril/tribun jabar)
Halaman
123
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved