Puluhan Murid SD dan MI di Tasik Bertaruh Nyawa, Lewati Jalan di Tebing yang Longsor untuk Sekolah

Puluhan murid SD dan MI di Tasik bertaruh nyawa. Mereka harus melewati jalan di tebing yang longsor untuk menuju ke sekolah.

Puluhan Murid SD dan MI di Tasik Bertaruh Nyawa, Lewati Jalan di Tebing yang Longsor untuk Sekolah
istimewa
Longsor di Jalan penghubung dua desa di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (5/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Jalan beraspal hotmix yang menghubungkan Desa Kutawaringin dan Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, putus sejak tiga hari lalu akibat longsor di Kampung Sindangsalam, Desa Kutawaringin.

Selain mengganggu kegiatan sehari-hari warga, puluhan murid SD dan MI tak jauh dari lokasi longsor terpaksa harus bertaruh nyawa melintasi sisa jalan di tebing bekas longsor sepanjang 50 meter dengan tinggi total 30 meter itu.

Mereka mendapat pengawalan aparat saat menyeberang.

Relawan BPBD Desa Kutawaringin, Dedi, Minggu (7/4/2019), mengatakan, bencana longsor terjadi Jumat (5/4/2019), akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu sejak malam sebelumnya.

"Beruntung saat kejadian, tidak ada kendaraan yang melintas. Jalan hotmix ambrol hingga 15 meter ke bawah," katanya.

Saat ini puluhan murid SD dan MI tidak jauh dari lokasi terpaksa melintasi tebing bekas longsoran jika hendak berangkat dan pulang sekolah, walau berisiko terpeleset dan jatuh ke jurang.

Pasalnya jika mengambil jalan alternatif harus memutar dengan jarak dua kali lipat.

"Aparat kepolisian dan BPBD dikerahkan untuk menyeberangkan anak-anak sekolah, baik saat berangkat maupun pulangnya. Kondisi tebing bekas longsor memang cukup berbahaya jika dilintasi. Terlebih jurang ke bawah mencapai 15 meter," ujar Deni.

Kapolsek Salawu, Iptu Dedi Hidayat, mengatakan, hingga kini pihaknya bersama dan warga terus membimbing murid menyeberangi tebing bekas longsor agar mereka bisa bersekolah.

Warga diimbau tidak melintas karena kondisi lokasi yang masih berbahaya.

"Anak-anak kami bimbing agar bisa menyeberang. Sedangkan warga diminta tidak menyeberang dulu, sampai ada upaya dari pihak terkait membuat jalan darurat yang lebih aman. Hujan masih kerap turun dan membahayakan lokasi," kata Iptu Dedi.

TKW Asal Cirebon yang Disekap dan Tak Digaji Belasan Tahun Sudah Diselamatkan, Kini Ada di KBRI

Menjelang Ramadan, Harga Cabai dan Bawang Naik Hingga 60 Persen di Garut

Penulis: Firman Suryaman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved