Hati-hati Jangan Bertransaksi Menggunakan WiFi Publik - Berikut Tips Transkasi Online dari IDEA

Banyak pengguna jasa dan produk barang atau konsumen Jabar menginginkan kesesuaian saat mereka melakukan transaksi, khususnya dalam transaksi lur

Hati-hati Jangan Bertransaksi Menggunakan WiFi Publik - Berikut Tips Transkasi Online dari IDEA
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Talkshow dalam perayaan pameran Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang digelar Pemerintah Provinsi Jabar dalam rangkaian Harkonas yang digelar di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (19/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Momen Hari Konsumen Nasional (Harkonas) menyisakan banyak harapan dan cita-cita yang menjadi mimpi konsumen Indonesia, yakni menjadi konsumen yang mampu mendapatkan haknya sesuai dengan apa yang diinginkan dari produsen atau penyedian barang.

Seperti yang terpantau dalam perayaan pameran Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang digelar Pemerintah Provinsi Jabar dalam rangkaian Harkonas yang digelar di Jalan Diponegoro mulai Selasa (19/3/2019).

Dalam momen ini banyak pengguna jasa dan produk barang atau konsumen Jabar yang menginginkan kesesuaian saat mereka melakukan transaksi, khususnya dalam transaksi daring atau transaksi online.

Dalam talkshow yang digelar di sela Pameran P3DN Selasa siang, sejumlah konsumen meminta tip dan trik kepada para narasumber yang berasal dari pelaku pasar elektronik (e-commerce).

Salah seorang pembicara, Agnes Susanto, dari Asosiasi e-Commerce Indonesia (IDEA), memberikan tips kepada para konsumen yang memenuhi area talkshow terkait keamanan bertransaksi dan kesesuaian barang yang dipesan.

Peringatan Harkonas 2019 Digelar di Gedung Sate Dua Hari, Berikut Agendanya

Agnes yang merupakan Ketua Bidang Perlindungan Konsumen, menyebutkan beberapa tip agar keamanan bertransaksi konsumen aman dan terjaga kerahasiaanya.

"Saya ingin memberikan beberapa tip agar konsumen Indonesia lebih aman dan teliti dalam bertransaksi, khususnya di marketplace. Pertama, sebelum melakukan transaksi atau pembelian teliti dulu seller-nya. Apakah dia punya website, apakah terverifikasi oleh marketplace tempat dia berjualan, atau apakah jika menggunakan medsos dia numpang ke akun lain atau akun pribadi. Ini perlu diperhatikan demi keamanan dan kenyamanan bertransaksi," kata Agnes.

Kedua, tutur Agnes, konsumen wajib membaca spesfikasi produk yang akan dibeli.

Meskipun spesifikasi dan keterangan produk yang terpajang cukup panjang, konsumen tidak boleh melewatkannya.

Ini agar kesesuaian barang dan kondisi barang bisa dipastikan kebenarannya.

Ketiga, yang cukup penting, kata Agnes, adalah hindari bertransaksi menggunakan jaringan wifi publik yang ada di tempat-tempat umum dan biasanya tidak berbayar.

"Salah satu yang lagi marak, untuk teman-teman dan ibu-ibu yang mau belanja online, hati-hati belanja online menggunakan wifi publik karena bisa jadi ada beberapa peretas canggih yang bisa ambil data yang dimasukkan oleh kita. Lebih baik menggunakan wifi rumah atau pribadi, itu lebih aman," katanya.

Selain itu, Agnes juga mengimbau konsumen untuk berhati-hati terhadap segala macam pesan singkat atau SMS penipuan yang mengatasnamakan penjual probadi atau marketplace.

Agnes menekankan agar konsumen tidak memberikan pin atau password apapaun kepada para pengirim pesan dan penelepon yang kini masih marak terjadi. (*)

Kisah Sukses Bos Seafood Bang Bopak, Dulu Tukang Cuci Piring Kini Punya 7 Cabang [VIDEO]

Erwin Ramdani Makin Percaya Diri Bersama Persib Bandung

Satu Pemain Persib Dicoret dari Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri Sudah Siapkan Penggantinya

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved