Wali Kota Cimahi Ajak Masyarakat Rutin Melakukan Periksa Telinga Karena Alasan Ini

Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna, mengajak masyarakat rutin dalam memeriksa kesehatan telinga agar tidak mengalami gangguan pendengaran.

Wali Kota Cimahi Ajak Masyarakat Rutin Melakukan Periksa Telinga Karena Alasan Ini
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Acara Baksos dalam rangka Bulan Kesehatan Telinga dan Hari Pendengaran Sedunia Tahun 2019 di Trisuletex, Jalan Mahar Martanegara, Jumat (15/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna, mengajak masyarakat rutin dalam memeriksa kesehatan telinga agar tidak mengalami gangguan pendengaran.

Hal tersebut, kaya Ajay, karena potensi gangguan pendengaran di Indonesia, termasuk di Kota Cimahi memang cukup besar.

Terlebih, hampir setiap hari, warga Cimahi mendengar suara bising, semisal mendengarkan suara lewat headset secara berlebihan dan suara mesin di pabrik.

"Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk memeriksakan telinganya sejak dini," ujar Ajay usai menghadiri acara Baksos dalam rangka Bulan Kesehatan Telinga dan Hari Pendengaran Sedunia Tahun 2019 di Trisuletex, Jalan Mahar Martanegara, Jumat (15/3/2019).

Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya bersama Dinas Kesehatan dengan beberapa rumah sakit untuk menyosialisasikan kepada masyarakat untuk memeriksakan kesehatan telinga.

Ajay Pastikan Tidak Ada Pungli Dalam Mengurus Surat Tanah Melalui Program PTSL

Perbaikan Jalan Mahar Martanegara Kota Cimahi Bakal Dikerjakan Akhir Bulan Ini

"Kami akan terus berupaya mengajak masyarakat untuk memeriksakan kesehatan telinga, terutama anak-anaknya," kata Ajay.

Ajay mengatakan, pendengaran anak-anak rentan terganggu, dan dapat mempengaruhi perkembangan berbicara.

"Jangan sampai gangguan pendengaran pada anak baru terdeteksi ketika sudah besar. Sehingga anak itu harus menggunakan alat bantu dengar di telinganya," ucapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi, jumlah kasus gangguan pada telinga di Kota Cimahi, jumlahnya mencapai 134 orang dan gangguan pendengaran tersebut terbagi ke dalam beberapa klasifikasi.

Gangguan telinga tersebut di antaranya otitis media supuratif krinik atau congek sebanyak 56 kasus, serumen atau kotoran telinga 62 kasus, tuli akibat bising secara terus menerus mencapai 6 kasus, tuli kongenital atau tuli sejak lahir ada 4 kasus, dan gangguan yang lainnya ada 6 kasus.

Penyortiran dan Pelipatan Surat Suara di Cimahi Dijaga Ketat Polisi

Kata LAPAN RI Soal Fenomena Badai Matahari: Tenang, Semua Aman Berdasar Asesmen

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved