LRT Tegalluar-Stasiun Bandung jadi Moda Penghubung Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dari Tegalluar

Jalur rel kereta api dari kawasan Tegalluar sampai Stasiun Bandung akan menjadi penghubung antara Stasiun Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung

LRT Tegalluar-Stasiun Bandung jadi Moda Penghubung Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dari Tegalluar
Tribunjabar/Muhamad Nandri Prilatama
Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung di Walini, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (31/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jalur rel kereta api dari kawasan Tegalluar sampai Stasiun Bandung akan menjadi penghubung antara Stasiun Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung di Tegalluar di Kabupaten Bandung dengan pusat Kota Bandung.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan jalur untuk light rail transit (LRT) Tegaluar-Stasiun Bandung ini akan menggunakan rel kereta api eksisting double track. Untuk jalur ini, pola pembangunan sarananya akan menggunakan sistem Business to Business (B to B), bukan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Jadinya B to B, di mana ada satu konsorsium, PT KAI (Kereta Api Indonesia) jadi leader mengingat akan menggunakan jalur kereta api eksisting double track dari Tegalluar sampai ke Stasiun Bandung," kata Iwa seusai rapat pembahasan LRT Bandung Raya di Gedung Sate, Kamis (14/3/2019).

Iwa mengatakan selain PT KAI, proyek ini akan melibatkan PT Wika, PT PSBI, PT Jabar Moda Transportasi, dan PT KCIC. Iwa menegaskan pihaknya sudah menyusun timeline penempatan trase LRT yang menggunakan jalur rel di sekitar Stasiun Cimekar sampai Stasiun Rancaekek tersebut.

"Kereta cepat Insya Allah selesai di bulan Juni-Juli 2021. Dengan demikian konekitivitas menjadi keharusan, agar bisa nyambung dengan LRT Bandung Raya," katanya.

SLBN Cicendo Kota Bandung, Sekolah untuk Tunarungu Tertua di Indonesia, Berdiri Tahun 1930

Setelah trase pertama Tegalluar-Stasiun Bandung ini rampung, barulah dirangkaikan dengan delapan trase LRT Bandung Raya. Setelah berbagai kajian dan beberapa kali rapat, maka pola kerja sama yang paling memungkinkan untuk membangun LRT Bandung Raya adalah KPBU.

Namun karena diburu waktu, sedangkan KPBU membutuhkan waktu pembentukannya, B to B dinilai tepat untuk mengerjakan LRT trase Tegalluar-Stasiun Bandung.

"Apabila itu (KPBU) dilakukan (pada proyek Tegalluar-Stasiun Bandung), maka prosesnya dikhawatirkan tidak match. Karena itu delapan jalur kereta api polanya KPBU, sedangkan yang kita bahas sekarang (Stasiun Tegalluar-Stasiun Bandung) yang dimungkinkan pola B to B," ujarnya.

Dari timeline yang telah disusun, katanya, LRT ini direncakan selesai penetapan trasenya pada November 2019 dan penetapan lokasinya Desember 2019. Semua diharapkan selesai di Juli 2020, sinkronisasi rancangan trase pada Agustus 2020.

Terkait Bom di Sibolga, Densus 88 Tangkap Wanita Terduga Teroris di Tanjungbalai Sumut

"Dari sisi penetapan trase ini akan berdampak pada proses pembangunan. Persiapannya, pembebasan lahan, dan lain-lain, selesai di bulan Juli. Dengan begitu operasionalisasi Tegalluar-Stasiun Bandung selesai dengan Kereta Cepat," katanya.

Iwa mengatakan Gubernur Jabardan Wali Kota Bandung mengusulkan pengembangan Stasiun Cimekar dan sekitarnya karena akan ada pusat kegiatan yang sangat besar, yaitu Stadion GBLA dan Masjid Raya Al Jabbar.

"Hitung-hitungannya Rp 4,1 triliun. Besok ada sinkronisasi empat pihak karena ada beberapa pembangunan. Hari ini kaitannya dengan timeline," katanya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved