Kebutuhan Jagung Belum Sebanding dengan Produksi, Pemkab Tasikmalaya Wacanakan Swasembada

Kebutuhan jagung sebagai pakan ternak di Kabupaten Tasikmalaya cukup tinggi namun hingga saat ini belum sebanding dengan jumlah produksi.

Kebutuhan Jagung Belum Sebanding dengan Produksi, Pemkab Tasikmalaya Wacanakan Swasembada
DOK. TRIBUN JABAR
Ilustrasi: Ketua Kelompok Tani Sugih Mukti Cicalengka, Ajang (51) tengah menunjukkan hasil jagung dari panen raya yang tengah dijemur, Selasa (22/3/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kebutuhan jagung sebagai pakan ternak di Kabupaten Tasikmalaya cukup tinggi namun hingga saat ini belum sebanding dengan jumlah produksi.

Melihat hal itu, pemkab melalui Dinas Pertanian mewacanakan akan mulai mengupayakan swasembada jagung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Roni Ahmad Syahroni mengatakan wilayah yang mungkin mengawali dijadikan lumbung jagung ialah wilayah kecamatan Karangnunggal.

"Di Kecamatan Karangnunggal, rata rata kebutuhan jangung tiap bulan mencapai 300 ton. Sementara kemampuan produksi jagung baru mencapai 50 ton per bulannnya," katanya saat ditemui Selasa (5/3/2019).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Roni Ahmad Syahroni
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Roni Ahmad Syahroni (TRIBUN JABAR/ISEP HERI HERDIANSAH)

Selain melihat itu, pertimbangan lainnya kata dia, karena masih terdapat lahan yang tidak produktif.

Tidak hanya di Karangnunggal, Roni Ahmad Syahroni melihat banyak lahan yang tidak produktif yang ke depannya bisa dialihkan menjadi lumbung jagung.

"Kabupaten Tasikmalaya ini memiliki lahan yang sangat luas. Bahkan banyak lahan di antaranya saat ini, dalam kondisi tidak produktif. Maka kami akan dorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan tersebut menjadi kebun jagung," tutur dia.

Seorang Bonek Tewas Setelah Meminum Oplosan di Alun-alun Bandung

Wonder Kid Febri Dipastikan Absen saat Persib bentrok dengan Persebaya, Begini Komentar Radovic

Pihaknya akan menyiapkan benihnya dan memberikan pembinaan kepada para petani setempat sehingga geliat tani jagung dan ekonomi ke depan merangkak naik.

Untuk mencapai swasembada jagung dikatakannya memang perlu komitmen dan waktu. Terlebih dalam hal merubah paradigma masyarakat.

"Dibutuhkan waktu dan keuletan serta konsistensi untuk merubah paradigma masyarakat petani yang masih memandang bahwa menanam jagung itu tidak menguntungkan. Mereka lebih tertarik untuk menanam padi. Sumber daya manusia yang masih terbatas menjadi salah satu kendala," kata dia.

Fahri Hamzah Tanggapi Kasus Andi Arief dan Sebut-sebut soal Operasi Intelijen

Kumis Unik Pilot Jet Tempur yang Ditawan Pakistan Setelah Pesawatnya Ditembak Jadi Tren di India

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved