Jika PKL Taman Kota Tasikmalaya Membandel, Pemkot Siapkan Langkah Ini

Saat ini Pemkot Tasikmalaya tengah berupaya menertibkan PKL di Kawasan Taman Kota Tasikmalaya,

Jika PKL Taman Kota Tasikmalaya Membandel, Pemkot Siapkan Langkah Ini
tribunjabar/isep heri
Jalan penghubung Jalan Dokar dan HZ yang ditutup semenjak adanya Taman Kota Tasikmalaya yang berfungsi sebagai sarana pedestrian. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Saat ini Pemkot Tasikmalaya tengah berupaya menertibkan PKL di Kawasan Taman Kota Tasikmalaya, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2009 tentang Ketertiban Umum.

Dalam perda tersebut pada pasal 12 huruf (a) disebutkan bahwa dalam rangka mewujudkan tertib tempat dan fasilitas umum, maka setiap orang atau badan dilarang menyimpan benda yang dapat mengganggu ketertiban umum pada tempat dan/atau fasilitas umum.

Dalam artian, kawasan Taman Kota Tasikmalaya harus steril dari aktivitas berjualan, dan difungsikan sebagaimana mestinya sebagai ruang terbuka publik.

Sebagai upaya penertiban, pihak Pemkot merencanakan akan memfungsikan jalan yang berada di Taman Kota Tasikmalaya yang saat ini beralaskan batuan andesit sebagai sarana pedestrian yang biasa dijadikan tempat PKL melapak.

Jalan yang berada di antara Masjid Agung dan Taman Kota itu direncanakan akan diaktifkan dan bisa dilalui kendaraan.

"Sebagai upaya penertiban di sana (Kawasan Taman Kota) satu di antaranya memfungsikan kembali jalan yang saat ini ditutup sebagai kawasan taman kota. Kendaraan yang dari arah jalan Dr Soekardjo (Dokar) bisa langsung lurus ke arah HZ Mustofa," kata Kepala dinas perhubungan Kota Tasikmalaya, Aay Zaini Dahlan saat dihubungi Tribun Jabar, Kamis (14/2/2019).

Aay menjelaskan, langkah tersebut akan ditempuh apabila para PKL tetap membandel dan tidak mengindahkan teguran penertiban yang dilakukan pihak pemkot.

Tidak Mau Disebut Sebagai Alat, Maruf Amin: Ente Jangan Sembarangan

"Jika dalam penataan tersebut para PKL tetap saja membandel berjualan disana ada kemungkinan rencana itu dilakukan. Tetapi sebelum itu dijalankan teknisnya harus terlebih dahulu dibahas bersama-sama," jelasnya.

Aay juga menambahkan, pembahasan mengenai rencana itu harus dibahas secara matang.

"Rencana rekayasa jalur mesti dimatangkan terlebih saat ini yang dulu di sana ada tugu Adipura sebagai bundaran sudah dipindah, untuk teknisnya nanti kami informasikan kembali," katanya.


Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved