Polres Cirebon Gelar 16 Adegan Rekonstruksi, Suami yang Bunuh Istrinya Akibat Dibakar Api Cemburu

Polres Cirebon menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan oleh Arkati (48) terhadap Saniah, istrinya sendiri, warga Blok Karangjambe Lor

Polres Cirebon Gelar 16 Adegan Rekonstruksi, Suami yang Bunuh Istrinya Akibat Dibakar Api Cemburu
tribunjabar/siti masithoh
Rekonstruksi kasus pembuhunuhan warga Blok Karangjambe Lor RT 12/06 Desa Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Arkati (48), yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, Saniah (45), di Kaliwadas, Sumber, Cirebon, Senin (4/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Polres Cirebon menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan oleh Arkati (48) terhadap Saniah, istrinya sendiri, warga Blok Karangjambe Lor RT 12/06 Desa Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Senin (4/2/2019). Kasus suami bunuh istri ini terjadi di dapur rumah mereka, Rabu (9/1/2019).

Dari rekonsontruksi yang digelar, semuanya sesuai dengan apa yang disampaikan pelaku dan hasil pemeriksaan terhadap lima orang saksi.

"Semuanya sesuai dengan apa yang disampaikan yang bersangkutan dan hasil pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan dengan rekonstruksi tidak jauh berbeda," ujar Kasat Reskrim Polres Cirebon, AKP Kartono Gumilar, saat ditemui di Mapolres Cirebon, Senin (4/2/2019).

Arkati membunuh Saniah sekitar pukul 18.30 WIB menggunakan senjata tajam berupa silet. Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian wajah dan kepala.

Mulanya, sebelum disayat, korban terlebih dahulu dipukul kepalanya menggunakan batu sebanyak dua kali. Kontan hal itu membuat korban meninggal di tempat.

Usai mengahabisi istrinya, pelaku nekat bunuh diri dengan cara menyayat pergelangan tangan dan bandannya menggunakan silet.

Sayangnya, aksi bunuh dirinya itu diketahui anaknya, Wandi (18). Sehingga aksi bunuh dirinya gagal.

Pengelola Stadion si Jalak Harupat Masih Menunggu Surat Resmi dari Panpel Persib Bandung

"Kronologinya pada saat Arkati ini menanyakan kepada korban karena curiga pelaku yang menemukan beberapa komunikasi dan alat kontrasepsi di tas korban. Sehingga pelaku menanyakan kepada korhan namun korban menolak sehingga timbul keributan yang berujung penganiayaan terhadap korban," kata AKP Kartono Gumilar.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 44 Ayat 3 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang pengahapusan kekerasan dalam rumah tangga (j) pasal 338 dan 351 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.


Penulis: Siti Masithoh
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved