Ustaz Abdul Somad Sentil Soal Suap Seleksi CPNS Saat Isi Tabligh Akbar di Tasikmalaya
Ustaz Abdul Somad mengisi Tabligh akbar Gema Muharram 1440 H, di Lapangan Jamilega, Desa Tanjungkerta Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya . .
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Ustaz Abdul Somad mengisi Tabligh akbar Gema Muharram 1440 H, di Lapangan Jamilega, Desa Tanjungkerta Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (5/10/2018) siang.
Meski cuaca terik dan berdebu, ribuan masyarakat antusias menyaksikan secara langsung ceramah dari da'i kondang tersebut.
Beralaskan koran, tikar, atau plastik yang mereka bawa, dan beberapa diantaranya membawa payung untuk berlindung dari teriknya matahari semuanya terlihat menyimak segala yang disampaikan sang ustaz.
Gema Takbir mereka kumandangkan saat ustaz yang disapa UAS menaiki panggung dan menyapa lewat lambaian tangannya.
• Jorge Lorenzo Kecelakaan saat FP2 MotoGP Thailand, Sepeda Motornya Terbelah jadi Dua
• Bersimpati Korban Gempa Palu, Kodim 0619 Purwakarta Rayakan HUT TNI Secara Sederhana
Dalam kegiatan tabligh akbar ini, UAS mengaku baru pertama kali ceramah di Tasikmalaya.
“Di Jawa Barat, baru kali ini saya ceramah di luar Kota Bandung,” kata UAS saat mengawali tabligh akbar.
Dia mengaku bangga dengan jamaah yang hadir dalam kegiatan itu. Pasalnya, mayoritas yang hadir adalah generasi muda.
Dalam tablig akbar ini dia memaparkan kajian islami yang bertemakan "menjalin persatuan umat dan menghidupkan akhlak mulia".
Pada kesempatan itu, UAS juga menjawab beberapa pertanyaan dari jemaah yang telah disampaikan melalui secarik kertas.
Dari sejumlah pertanyaan jemaah, terdapat jemaah yang menanyakan penyebab mengapa UAS jarang merespon kolom komentar di media sosial.
Padahal, dalam kolom komentar tak sedikit yang menyampaikan caci maki kepada UAS.
• Ustaz Abdul Somad akan Dakwah di Tiga Masjid di Bandung, Catat Waktu dan Tempatnya Nih
• Ustadz Abdul Somad Kajian di Bandung, Ada Jalan Ditutup, Jemaah Disarankan Datang Awal
“Saya tidak akan membalas cacian. Karena caci maki harus dimaafkan. Kita harus menyayangi orang yang membenci kita,” ujarnya.
Selain itu, pada sesi lainnya ia menjawab pertanyaan terkait sikapnya terhadap adanya tindakan suap menyuap dalam seleksi pegawai negeri sipil (PNS).
Menjawab pertanyaan itu, ia pun secara tegas menyatakan tindakan suap menyuap adalah haram.