Korupsi eKTP

Aset Setya Novanto Akan Disita jika Tak Mampu Lunasi Uang Pengganti

Di mana lembaga anti korupsi berwenang menyita aset terpidana untuk membayar uang pengganti setelah satu bulan putusan dibacakan.

Aset Setya Novanto Akan Disita jika Tak Mampu Lunasi Uang Pengganti
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (14/9/2018).  

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Aset milik mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, terancam disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bila uang pengganti yang dibebankan padanya tak kunjung dilunasi.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, memperingatkan bahwa penyitaan terhadap aset milik terpidana kasus korupsi secara jelas diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Di mana lembaga anti korupsi berwenang menyita aset terpidana untuk membayar uang pengganti setelah satu bulan putusan dibacakan.

"Jadi tentu saja itu yang menjadi pedoman kami ketika memang nanti sudah tidak ada itikad baik, misalnya untuk menggunakan si uang pengganti tentu saja kami akan melakukan penyitaan aset-aset tersebut," kata Febri di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Febri juga menjelaskan bahwa terkait pengembalian aset negara, KPK selaku penegak hukum akan terus memaksimalkan hal tersebut.

Tak terkecuali dengan aset milik Novanto yang belakangan telah dipetakan oleh lembaga antirasuah tersebut.

"Jika tidak tentu saja aset-aset yang sudah dipetakan itu akan diproses lebih lanjut," katanya.

Pengembalian kerugian negara atau yang biasa dikenal dengan Aset Recovery terhadap Novanto diharap bisa jadi pelajaran untuk pihak lain, khususnya bagi para terpidana korupsi agar mematuhi putusan pengadilan terkait uang pengganti tersebut.

"Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi pihak lain bahwa keputusan pengadilan termasuk untuk uang pengganti itu menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh terpidana kasus korupsi," tuturnya.

Sejauh ini, pembayaran uang pengganti yang dibebankan pada Novanto telah dilakukan sebanyak 3 kali.

Pertama, Novanto mengembalikan uang sebanyak Rp 5 miliar.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved