Dulu Tempat Mandi dan Memancing, Sungai Cikeruh Kini Hitam dan Berbau Menyengat
Sepulang dari sekolah, ia bersama teman-temannya selalu memancing ikan di Sungai Cikeruh hingga menjelang azan Magrib
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sungai Cikeruh yang berada di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar sungai pada era 1970-1990-an.
Untuk bisa memanfaatkan aliran Sungai Cikeruh ini, warga harus berjalan kaki terlebih dahulu melintasi rindangnya tanaman bambu karena belum dipadati permukiman penduduk.
Apabila hujan turun, jalan setapak menuju Sungai Cikeruh ini menjadi licin sehingga warga yang hendak menuju sungai, dipaksa jeli untuk memilih jalan untuk lalui.
Setibanya di Sungai Cikeruh, warga disambut jernihnya air dan sejuknya udara di Sumedang serta Bandung pada masa itu, bahkan sesekali diselimuti kabut pada waktu pagi.
Aliran sungai tersebut, kerap dimanfaatkan warga untuk sejumlah aktivitas di antaranya mencuci, mandi, memancing, dan menjadi wahana anak untuk bermain.
• Setor Ratusan Juta tapi Tak jadi CPNS, Guru Honorer Tagih Uang ke Pegawai DKP Garut
• Oknum TNI Todongkan Senjata Api dan Hajar Kakak Beradik di Tempat Hiburan
Tak hanya itu saja, air sungai tersebut pun digunakan oleh masyarakat untuk keperluan masak dan mandi, karena tidak khawatir terpapar oleh limbah industri.
Kenyataan saat ini, kondisi anak sungai Citarum tersebut makin mengkhawatirkan. Hampir sepanjang sungai ini tercemar oleh limbah industri dan sampah rumah tangga.
Belum lagi, sungai yang semula memiliki kedalaman tiga hingga delapan meter ini mengalami pendangkalan hingga satu meter, karena terjadinya proses sedimentasi.
Kusman (46), warga Kampung Buah Dua, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, kini hanya meratapi dengan kondisi sungai yang setiap hari semakin mengkhawatirkan itu.

"Sekarang, apa yang bisa diambil, airnya saja sudah bau apalagi pada musim kemarau saat ini," kata Kusman kepada Tribun Jabar di Kampung Buah Dua, Kamis (6/9/2018).
Teringat masa kecil, kata Kusman, sepulang dari sekolah, ia bersama teman-temannya selalu memancing ikan di Sungai Cikeruh hingga menjelang azan Magrib.
"Segala macam ikan air tawar bisa dipancing, sekarang mah boro-boro, dasar sungai aja makin meninggi," kata Kusman.
Roy Suryo Hobi Koleksi Mobil Mercy Klasik, Punya 50 Unit, Per Mobil Lebih dari Rp 100 Juta https://t.co/vsl7BcLo8u via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 6, 2018
Dayat (60), warga lainnya, menceritakan keadaan Sungai Cikeruh berubah pada sekira tahun 1990 hingga saat ini, karena berdiri sejumlah industri di sekitaran Kecamatan Rancaekek.