Dulu Tempat Mandi dan Memancing, Sungai Cikeruh Kini Hitam dan Berbau Menyengat

Sepulang dari sekolah, ia bersama teman-temannya selalu memancing ikan di Sungai Cikeruh hingga menjelang azan Magrib

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sungai Cikeruh yang berada di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, Kamis (6/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sungai Cikeruh yang berada di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar sungai pada era 1970-1990-an.

Untuk bisa memanfaatkan aliran Sungai Cikeruh ini, warga harus berjalan kaki terlebih dahulu melintasi rindangnya tanaman bambu karena belum dipadati permukiman penduduk.

Apabila hujan turun, jalan setapak menuju Sungai Cikeruh ini menjadi licin sehingga warga yang hendak menuju sungai, dipaksa jeli untuk memilih jalan untuk lalui.

Setibanya di Sungai Cikeruh, warga disambut jernihnya air dan sejuknya udara di Sumedang serta Bandung pada masa itu, bahkan sesekali diselimuti kabut pada waktu pagi.

Aliran sungai tersebut, kerap dimanfaatkan warga untuk sejumlah aktivitas di antaranya mencuci, mandi, memancing, dan menjadi wahana anak untuk bermain.

Setor Ratusan Juta tapi Tak jadi CPNS, Guru Honorer Tagih Uang ke Pegawai DKP Garut

Oknum TNI Todongkan Senjata Api dan Hajar Kakak Beradik di Tempat Hiburan

Tak hanya itu saja, air sungai tersebut pun digunakan oleh masyarakat untuk keperluan masak dan mandi, karena tidak khawatir terpapar oleh limbah industri.

Kenyataan saat ini, kondisi anak sungai Citarum tersebut makin mengkhawatirkan. Hampir sepanjang sungai ini tercemar oleh limbah industri dan sampah rumah tangga.

Belum lagi, sungai yang semula memiliki kedalaman tiga hingga delapan meter ini mengalami pendangkalan hingga satu meter, karena terjadinya proses sedimentasi.

Kusman (46), warga Kampung Buah Dua, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, kini hanya meratapi dengan kondisi sungai yang setiap hari semakin mengkhawatirkan itu.

Sungai Cikeruh yang berada di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, Kamis (6/9/2018).
Sungai Cikeruh yang berada di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, Kamis (6/9/2018). (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

"Sekarang, apa yang bisa diambil, airnya saja sudah bau apalagi pada musim kemarau saat ini," kata Kusman kepada Tribun Jabar di Kampung Buah Dua, Kamis (6/9/2018).

Teringat masa kecil, kata Kusman, sepulang dari sekolah, ia bersama teman-temannya selalu memancing ikan di Sungai Cikeruh hingga menjelang azan Magrib.

"Segala macam ikan air tawar bisa dipancing, sekarang mah boro-boro, dasar sungai aja makin meninggi," kata Kusman.


Dayat (60), warga lainnya, menceritakan keadaan Sungai Cikeruh berubah pada sekira tahun 1990 hingga saat ini, karena berdiri sejumlah industri di sekitaran Kecamatan Rancaekek.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved