Mudzakarah Seribu Ulama dan Kongres Mujahidin Ke-V di Tasik Diwarnai Unjuk Rasa
Puluhan warga Kota Tasikmalaya yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tasik Pro-NKRI kembali berunjuk rasa . . .
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Puluhan warga Kota Tasikmalaya yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tasik Pro-NKRI kembali berunjuk rasa tak jauh dari lokasi Mudzakarah Seribu Ulama dan Kongres Mujahidin ke-V di gedung Aisyiah, Jalan By Pass Ir H Djuanda, Senin (6/8/2018).
Unjuk rasa yang dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Bantar tak jauh dari gedung Aisyiah itu merupakan aksi kedua setelah sehari sebelumnya melakukan aksi yang sama.
• VIDEO TEASER: Turis-turis Asing Kelaparan, Terpaksa Curi Makanan di Minimarket Pascagempa Lombok
Mereka menuntut acara mudzakarah tersebut tidak disusupi kepentingan politik.
Aparat kepolisian langsung berjaga-jaga untuk mengantisipasi hal buruk.
"Kami menuntut pelaksanaan mudzakarah tidak ditumpangi kegiatan politik. Apalagi sampai muncul pengusungan atau menolak calon tertentu," kata koordinator aksi, Dede Haris, saat berorasi.
Hasni Diculik Dukun Selama 15 Tahun, Ada Tengkorak di Tempat Ia Disembunyikan https://t.co/lNOMGk8rZf via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 6, 2018
Meski diwarnai unjuk rasa, agenda mudzakarah di komplek gedung Aisyiah tetap berjalan lancar.
Lebih dari 1.000 ulama dari berbagai juru tanah air melakukan mudzakarah untuk melahirkan kebarokahan bagi bangsa dan negara.
Acara mudzakarah hari kedua ini juga diisi dengan kuliah duha dari ustaz Bachtiar Natsir, pelatihan manajemen masjid dari DKM Masjid Daarut Tauhid Bandung serta seminar khusus muslimah "Peran Wanita Membangun Negara". (*)