Tak Lulus PPDB ke Sekolah Negeri? SMK BPI Menerima Siswa Limpahan Jalur KETM, Kuotanya Terbatas

SMK BPI (Badan Perguruan Indonesia) Kota Bandung, sekolah swasta terakreditasi A ini menerima siswa limpahan negeri jalur KETM dalam kuota terbatas.

Tak Lulus PPDB ke Sekolah Negeri? SMK BPI Menerima Siswa Limpahan Jalur KETM, Kuotanya Terbatas
Tribun Jabar/ Hilda Rubiah
PPDB di SMA BPI (Badan Perguruan Indonesia) 1 Bandung, Jalan Burangrang No 8 Kota Bandung, Sabtu (14/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - SMK BPI (Badan Perguruan Indonesia) Kota Bandung, sekolah swasta terakreditasi A ini menerima siswa limpahan negeri jalur KETM (Keluaga Ekonomi Tidak Mampu).

Berdasarkan keterangan dari Kepala Sekolah SMK BPI Kota Bandung, Budi Utomo, pihaknya menerima siswa limpahan sekolah negeri negeri, siswa limpahan jalur KETM tersebut bergabung dengan SMK BPI, namun jumlah kuotanya terbatas.

"Kami sangat menerima siswa tidak mampu, namun sampai saat ini kami belum kedatangan satu pun siswa yang mendaftar di jalur KETM tersebut," ujar Kepala Sekolah SMK BPI Kota Bandung kepada Tribun Jabar saat ditemui di Aula PPDB Yayasan Badan Perguruan Indonesia, Sabtu (14/7/2018).


Pihaknya menerima siswa RMP (Rawan Melanjutkan Sekolah) atau siswa limpahan negeri jalur KETM tersebut hanya untuk 6 orang.

Setiap satu rombel diisi oleh dua orang siswa RMP dari keseluruhan tiga rombel.

Budi mengatakan, pihaknya juga masih menerima siswa umum atau reguler bergabung di SMK BPI untuk memenuhi kuota yang ditetapkan di Dapodik (Data Pokok Peserta Didik) yaitu 36 siswa.

Pihaknya telah mencapai target kuota siswa terpenuhi sampai 30 siswa di setiap rombel.

"Ada kemungkinan kami membuka peluang tambahan peserta didik umum untuk memenuhi kuota yang masih kosong sesuai dapodik," ujar Budi.

Nikmatnya Nachos Italiano yang Renyah Gurih, Menu Cemilan Murah Meriah, Cocok untuk Teman Nongkrong

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help