Lebaran, di Kabupaten Bandung Ada Piket Khusus Petugas Kebersihan, 22 Unit Truk Disiagakan

"Hari ini kita ada opsih di semua titik pasar dan kawasan komersial lainnya. Dengan begitu TPS-TPS pasar kosong dan bisa dipakai nyimpan sampah

Lebaran, di Kabupaten Bandung Ada Piket Khusus Petugas Kebersihan, 22 Unit Truk Disiagakan
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Truk-truk sampah milik Pemerintah Kabupaten Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Selama tiga hari ke depan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung akan mulai memberlakukan piket khusus petugas pengangkut sampah. Sebanyak 20-22 unit truk akan disiagakan selama H-1, Hari H dan H+1 Idulfitri nanti.

Kepala Dinas LH Kabupaten Bandung, Asep Kusumah saat dihubungi mengatakan sejak Senin (11/6/2018) lalu petugas pengangkut sampah ini tetap masuk kerja. Hal ini dikarenakan produksi sampah menjelang lebaran terus meningkat.

"Sudah kita atur dari hari Senin kemarin, armada juga tidak libur. Kalau pegawai kan libur kalau armada kita tetap jalan sampai H-1, H+1, hingga Hari H (lebaran, red), itu ada piket khusus," katanya, Rabu (13/6/2018).

Baca: Banyak Penghuni Mudik, Akses Jalan ke Sejumlah Perumahan di Antapani Ditutup

Namun saat hari lebaran, pembuangan sampah akan terganggu karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti tutup. Oleh karena itu petugas pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup hari ini melakukan clean up (opsih) di semua titik-titik pasar di Kabupaten Bandung.

"Hari ini kita ada opsih di semua titik pasar dan kawasan komersial lainnya. Dengan begitu TPS-TPS pasar kosong dan bisa dipakai nyimpan sampah, karena pada H+1 biasanya ada banyak sampah di pasar-pasar. Sampah coba kita bersihkan karena TPA masih tutup mudah-mudahan sorenya sudah buka," katanya.


Dikatakan Asep pihaknya menyiapkan sekitar 20 hingga 22 armada sampah selama tiga hari kedepan. Hal tersebut sudah diatur di masing-masing UPT. "Untuk kendaraan yang standby hampir semua jalan piket, ada sekitar 20-22 armada," ujarnya.

Selama tiga hari tersebut, pihaknya akan fokus di kawasan-kawasan komersil seperti pasar-pasar tradisional, jalan-jalan protokol, kawasan wisata dan alun-alun.

"Kita agak fokus di kawasan-kawasan komersial seperti pasar seperti pasar Majalaya, Sayati, Banjaran, dan Soreang, kemudian jalan protokol. Kita juga fokus perhatian banyak di tempat wisata dan Alun-alun juga termasuk," katanya.

Semenjak memasuki bulan ramadan produksi sampah di kawasan-kawasan komersil dan perumahan meningkat hingga 20-30 persen. Menjelang lebaran sampah sedikit berkurang di perumahan namun tetap ada peningkatan di kawasan-kawasan komersil.


Asep berharap di momentum hari raya lebaran ini masyarakat Kabupaten Bandung bisa kembalu kembali fitri. Dengan hari yang bersih masyarakar dapat meningkatkan pola hidup bersih.

"Seperti imbauan pemerintah kurangi timbulan sampah plastik, dengan cara membawa tempat makan sendiri, tempat minum sendiri, tas belanja sendiri sehingga timbunan sampah barunya berkurang. Semoga bisa memperkuat motivasi kita untuk berprilaku bersih dengan mengurangi sampah yang dihasilkan," katanya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help