Pilgub Jabar

Deddy Mizwar: Gizi Buruk Ancam Terjadinya Lost Generations

Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar, mengatakan bila Jawa Barat masih dihadapkan pada masalah pemenuhan gizi

Deddy Mizwar: Gizi Buruk Ancam Terjadinya Lost Generations
Tribun Jabar/ Gani Kurniawan
Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar menyampaikan pemaparan saat kunjungannya di Kantor Tribun Jabar, Jalan Sekelimus, Kota Bandung, Rabu (28/2/2018). Dalam kunjungannya, Deddy Mizwar tidak didampingi oleh pasangannya, yakni calon wakil gubernur Dedi Mulyadi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar, mengatakan bila Jawa Barat masih dihadapkan pada masalah pemenuhan gizi, khususnya pada anak usia balita.

"Gizi anak, ini salah satu program prioritas kita. Oleh karena itu, salah satu program saya yaitu penyediaan pangan dan makanan tambahan bergizi untuk daerah rawan pangan dan masyarakat penyandang gizi buruk," ungkap Demiz, sapaan Deddy, di Kota Bandung, Selasa (12/6/2018).

Lebih jauh Demiz menjelaskan, persoalan rawan gizi pada anak bukan hanya terjadi di Jawa Barat, tetapi merupakan masalah global.

Baca: Mau Bikin Opor Ayam Buat Lebaran Nanti? Segini Lho Harga Daging Ayam di Bandung

Baca: Arus Kendaraan di Tol Japek Makin Padat, Contra Flow Sepanjang 30 Kilometer Diberlakukan

Disebutkan, di dunia ini masih ada 159 juta anak yang mengalami rawan gizi, dan di Indoneaia sekitar 9juta anak.

"Ini bisa lost generation kalau dibiarkan," tegasnya.

Menurutnya, secara kasat mata seorang anak yang mengalami kurang gizi bisa dilihat dari tiga indikator, pertama pertumbuhan fisiknya tidak normal, kecerdasan kurang, dan daya tangkap yang juga kurang.


Demiz menegaskan, semua masalah itu jangan hanya mengandalkan negara, tetapi butuh kesadaran masyarakat.

"Maka harus kita perhatikan kebutuhan gizinya. Kalau orang tua punya duit jangan beli pulsa melulu, ya gak nambah gizi anaknya," katanya.

Lebih jauh Demiz mengatakan, pemenuhan gizi di Jawa Barat bukanlah masalah sederhana, di mana dari sisi geografis, infrastruktur, termasuk gaya hidup masyarakat sangat berpengaruh terhadap ketersediaan gizi anak.

Baca: Ini Pesan Ridwan Kamil untuk Pemudik, Salah Satunya Kirim Motor Dulu, Orangnya Belakangan

Baca: Tanda Tangan Kim Jong Un Dinilai Mirip Rudal, Donald trump Mirip Hasil Tes Kebohongan

"Ketika jembatan rusak atau tidak ada, pasokan bahan pangan jadi terganggu. Karena gaya hidup, orang lebih mendahulukan beli pulsa ketimbang makanan tambahan misalnya, itu semua mempengaruhi, " ujarnya.

Dalam kegiatan Bazar Murah Kartini Perindo dan Penyuluhan Gizi itu, Demiz yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi ini menyaksikan langsung proses penimbangan berat badan anak-anak balita. (*)

Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help