Menjelang Ramadan, Pedagang Khawatirkan Harga Beras Bisa Melonjak Tinggi
"Sampai saat ini sih masih stabil ya tapi kami tak bisa memastikan harga normal ini akan bertahan sampai kapan,"
Penulis: Haryanto | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Beberapa hari lagi memasuki Ramadan, para pedagang beras di pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta khawatir harga beras mengalami kenaikan.
Meski saat ini harga bahan pokok itu masih stabil dan tidak mengalami kenaikan yang tinggi, pedagang tak bisa menjamin kestabilan harga itu berlangsung lama.
Hal tersebut dikatakan pedagang di Pasar Leuwi Panjang, Ahmad Tosi (37) di lapak berasnya, Jalan Ibrahim Singadilaga, Purwamekar, Purwakarta.
"Sampai saat ini sih masih stabil ya tapi kami tak bisa memastikan harga normal ini akan bertahan sampai kapan," kata Ahmad saat ditemui, Senin (7/5/2018).
Ini Jadwal Penting dan Lengkap SBMPTN 2018, Sebelum Tes Kamu Wajib Tahu! https://t.co/CSQsmr3o3D via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 7, 2018
Oleh karena itu, dengan harga yang kini masih stabil, pedagang bisa lebih diuntungkan. Karena, modal yang dikeluarkan untuk belanja beras ke petani turut stabil.
Melihat dari kebiasaan menjelang puasa, Ahmad memprediksi bakal terjadi kenaikan harga untuk komiditi beras.
Ditambah lagi, adanya kabar mengenai stok gabah di petani telah mulai menipis.
"Kalau mendadak mengalami kenaikan harga bukan hanya konsumen yang rugi, kami juga sebagai pedagang akan rugi," kata dia.
Baca: Bikin Penasaran! Ada 7 Menu Tahu Anti-mainstream di Kedai Tahu Gak Sih Bandung
Menurut Ahmad, jika harga tak stabil pedagang harus menambah modal karena harga jual dari petaninya pun mengalami kenaikan.
Beras kualitas rendah, saat ini, dijual pedagang rata-rata pada harga Rp 8.500 per kilogram sedangkan beras yang berkualitas premium dibanderol dengan harga Rp 10.400 per kilogram.
Duh, Kerugian Negara Akibat Penyelendupan Baby Lobster Mencapai Rp 3,3 Miliar https://t.co/UXfjJIziP3 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 7, 2018
Dengan harga tersebut, Ahmad mengaku selama ini bisa menjual lima hingga delapan ton beras dalam sehari.
Selain sebagai penjual eceran ke masyarakat, Ahmad pun menjadi distributor untuk para pedagang beras lainnya di pasar Leuwi Panjang.
"Sampai saat ini sih, stok beras di tingkat petani masih aman. Biasanya, kami mendapat kiriman beras dari luar daerah semisal, Indramayu, Karawang dan Cianjur," ucapnya. (*)