Sukmawati Sebut Kidung, Ternyata Kidung Berbau Mistis, Pernah Digunakan Sunan Kalijaga
Hal ini menyebabkan kidung identik dengan kesakralan dan mistis. Pada zaman Wali Songo, keberadaan kidung tetap dilestarikan.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
TRIBUNJABAR.ID - Anak dari presiden pertama Indonesia, Sukmawati Soekarnoputri menyebut kidung dalam puisinya.
Puisi tersebut kemudian menjadi kontroversial.
Disebutkan, puisi Sukmawati Soekarnoputri ini mengandung SARA dan melecehkan umat beragama.
Lalu, apa itu kidung?
Berdasarkan Wikipedia, Kidung adalah kata dalam bahasa Jawa tengahan dan termasuk dalam klasifikasi kata benda yang mempunyai padanan dengan tembang.
Dalam bahasa Jawa baru, kidung mempunyai padanan sekar atau nyanyian.
Bentuk verba kidung dalam bahasa Jawa tengahan menjadi mengidung atau bernyanyi.
Dalam bahasa Jawa baru makna kidung kurang lebih sama seperti kidung dalam bahasa Jawa tengahan.
Yang berbeda adalah bentuk verbanya. Bentuk verba kidung dalam bahasa Jawa baru adalah ngidung atau angidung.
Selain itu, terdapat perbedaan pengertian kidung sebagai puisi yang berupa tembang dan sekar tengahan atau tengahan sebagai pola metrum.
Sementara menurut kamus besar bahasa Indonesia, kidung adalah nyanyian, lagu atau syair yang dinyanyikan, dan bisa juga berarti puisi.
Kabar Baik untuk Pria, Ejakulasi Dini Bisa Sembuh Tanpa Harus ke Dokter, Gunakan Obat Ini Saja https://t.co/2nrC7tXW1G via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 4, 2018
Ternyata kidung juga digunakan oleh Sunan Kalijaga.
Hal tersebut ada dalam skripsi Akulturasi Islam dan Budaya Jawa dalam Kidung Rumeksa ing Wengi Perspektif Pendidikan, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.
Sunan Kalijaga menciptakan kidung berjudul Rumeksa ing Wengi.