Gabungan Ormas Islam Tasikmalaya Gelar Aksi Solidaritas Untuk Tragedi Kemanusiaan di Suriah
Massa dari gabungan ormas Islam di Tasikmalaya menggelar aksi solidaritas bagi para korban tragedi kemanusiaan Ghouta Timur, Suriah.
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Di tengah cuaca terik massa dari gabungan ormas Islam di Tasikmalaya menggelar aksi solidaritas bagi para korban tragedi kemanusiaan Ghouta Timur, Suriah.
Massa yang berkumpul sekira pukul 13.00 WIB waktu setempat, di Depan Masjid Agung Tasikmalaya, Jumat (2/3/2018) ini membawa spanduk bertuliskan kepedulian terhadap warga sipil Suriah yang saat ini sedang dirundung konflik.
Massa yang datang tidak hanya pria dewasa, namun nampak juga ibu-ibu, yang mebawa anak mereka yang masih balita, wanita remaja, anak-anak yang lengkap membawa tulisan kepedulian ditangan.
Baca: Direktur RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Memastikan Sumber Kebakaran dari Korsleting UPS
Aksi ini menyusul adanya tragedi kemanusiaan di negara di bawah rezim Bashar al - Assad yang telah merenggut ratusan korban jiwa dari warga sipil di distrik Ghouta, yang tidak jauh dari pusat pemerintahan Suriah di Damaskus.
Selain berorasi, massa yang datang juga mendoakan, serta menggalang dana berarakan mengelilingi jalanan utama di Kota Tasikmalaya.
Long march massa berawal dari Mesjid Agung Tasikmalaya, massa diarak melintasi Jl HZ mustafa, Jl Tentara Pelajar, kemudian Kembali lagi berkumpul di titik awal.
Arak-arakan berjalan kondusif, namun saat aksi tersebut mengakibatkan beberapa titik jalan yang dilalui mengalami macet. Terlihat petugas polisi mengawal jalannya aksi dan mengatur arus lalu lintas.
Setelah Marbut Uyu Ruhyana Berikan Pengakuan di Depan Kapolda Jabar, Ini yang Dialaminya Sekarang! https://t.co/VlJOfiD8L2 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) March 2, 2018
Menurut Koordinator aksi, M. Aminudin Bustomi aksi solidaritas digelar untuk membangkitkan moril warga Suriah dan mengajak masyarakat tidak menutup mata.
"Kami tidak bicara agama atau suku apa, yang jelas disana ada pembataian bahkan menggunakan bom kimia," jelasnya saat ditemui di sela-sela aksi.
Massa menuntut, kata dia agar dunia jangan tinggal diam, terutama pemerintah Indonesia harus hadir tidak hanya mencekam lewat narasi dan pernyataan tapi harus bisa menghentikan ini tragedi kemanusiaan ini.
"Korban kebanyakan mereka yang tidak menahu konflik yang terjadi, seperti anak-anak dan para jompo, lewat aksi ini diharapkan suara dari Tasik ini didengar dunia yang jelas kami sebagai manusia tidak bisa menutup mata mengenai ini," ujarnya.
Selain mendoakan saudara kita di Suriah, lanjut Aminudin di Suriah, Kami meminta Presiden tidak menutup mata dan harus aktif mengajak negara muslim lainnya untuk memberikan bukti nyata menghentikan kekejian di Suriah.
Aksi solidaritas tersebut selesai dilaksanakan pukul 16.30 WIB waktu setempat, namun Aminudin memastikan penggalangan dana tidak samapi disini akan terus dilaksanakan beberapa hari ke depan. (*)