Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Waduk Jatiluhur, Diduga Sudah Dua Hari
Korban terlihat terakhir kali oleh teman-temannya pada Senin (29/1/2018) malam.
Penulis: Haryanto | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto
TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA- Sesosok mayat pria ditemukan mengambang di sisi waduk Jatiluhur, Desa Cibinong, Jatiluhur, Purwakarta, Rabu (31/1/2018) pagi.
Mayat pria tanpa baju itu ditemukan di bawah perahu rakit. Penemuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Jatiluhur.
Kapolsek Jatiluhur, AKP Deni Hamari, mengatakan setelah mendapat informasi dari warga, pihaknya langsung mendatangi lokasi penemuan dan membawa mayat tersebut.
"Sementara belum bisa disimpulkan apapun tentang keadaan korban, masih diselidiki, menunggu identifikasi dari Polres Purwakarta," kata Deni Hamari saat ditemui di lokasi kejadian di Desa Cibinong.
BPOM: Viostin DS dan Enzyplex Tablet Terbukti Positif Mengandung DNA Babihttps://t.co/4HfhL8eNQs
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 31, 2018
Korban diketahui adalah warga Desa Cibinong bernama Asep Hermawan (27).
Sebelum penemuan mayat itu, pihak kepolisian belum menerima adanya laporan orang hilang.
Menurut keterangan saksi, kata Deni Hamari, korban sempat minum-minuman keras bersama teman-temannya di sekitar lokasi kejadian.
Baca: Veronica Tan Tak Mau Hadiri Sidang Perceraian dengan Ahok
Mayat Asep terlihat telah membiru, diduga telah dua hari mengapung di atas air.
Korban terlihat terakhir kali oleh teman-temannya pada Senin (29/1/2018) malam.
Perjuangan Bule Selandia Baru Nikahi Gadis Wonogiri, Jadi Mualaf Hingga Sempat Tak Direstui Orangtua https://t.co/rdgHeDorC0 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 31, 2018
"Keterangan dari saksi yang ketemu sama korban, waktu itu dia membuka baju malem-malem lalu menggantungkan bajunya di pohon, dan baru ketahuan sekarang, sudah terapung," katanya.
Teman korban, Zainal (25), mengaku masih bersama Asep pada Senin (29/1/2018).
Korban diketahui bekerja sehari-hari sebagai buruh pengangkat pakan ikan di waduk Jatiluhur.
"Dua poe kamari mah masih bareng, nginum-nginum (dua hari yang lalu masih bareng, minum-minuman keras)," katanya. (*)