TribunJabar/

Bank Minyak Jelantah Berani Beli Minyak Jelantah Rp 2.000 Per Liter

Setelah terkumpul, minyak jelantah itu kemudian dijual kembali ke Apjeti Purwakarta.

Bank Minyak Jelantah Berani Beli Minyak Jelantah Rp 2.000 Per Liter
Dok tribun
Minyak jelantah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Sejak dua bulan terakhir, Yayan Waluyadipura (35) warga Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, sibuk dengan aktivitas barunya. Setiap tiga minggu sekali, ia mendatangi sejumlah pedagang gorengan dan warung nasi.

Ia membeli minyak jelantah dari para pedagang tersebut. Kemudian ia jual kembali ke Asosiasi Pengumpul Minyak Jelantah Indonesia (Apjeti) Purwakarta.

"Usaha sampingan. Setiap tiga minggu sekali bawain minyak jelantah. Dari satu tempat pedagang, saya beli minyak jelantah Rp 1.000 per liter. Dari satu tempat bisa dapat tiga liter," ujar Yayan ditemui di Jalan Mr Kusumaatmaja Purwakarta, Rabu (13/9/2017)

Baca: Sering Mesra di Sinetron, Ternyata Begini Potret Terbaru Rumah Tangga Primus dan Jihan Fahira

Setelah terkumpul, minyak jelantah itu kemudian dijual kembali ke Apjeti Purwakarta. "Dijual lagi kesana untuk didaur ulang, katanya bisa jadi bio diesel," ujarnya.

Ketua Apjeti Purwakarta Tatang Budimansyah membenarkan hal itu. Menurutnya, sejak awal tahun ia tengah mensosialisasikan pentingnya tidak membuang minyak jelantah.


"Sejak awal tahun kami menampung minyak jelantah dari warga dengan sistem Bank Minyak Jelantah (BMJ). Kami menampung dari ibu-ibu rumah tangga. Disebut bank karena kami menampung berapapun minyak jelantah dengan harga per liter Rp 2 ribu," ujarnya pada kesempatan yang sama.

Karena kebanyakan ibu-ibu rumah tangga tidak mengumpulkan minyak jelantah dalam jumlah banyak, maka minyak jelantah kemudian dicicil. "Setelah jumlah minyak jelantahnya banyak, baru diganti dengan uang. Menurut kami ini punya nilai ekonomis untuk membantu ibu-ibu rumah tangga atau siapapun," katanya.


Hingga saat ini, sejak awal tahun pendirian, pihaknya sudah menampung hingga 300 liter minyak jelantah. "Yang kami tampung paling sedikit ada 300 liter. Kami jual kembali ke Apjeti Pusat untuk kemudian dikembangkan jadi energi terbarukan, tepatnya bio diesel," ujarnya, seraya menyebutkan Apjeti Purwakarta berada di Perum Asabri, Jatiluhur Purwakarta.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help