Modal Kerja Tertinggi Nilai Kreditnya
likuiditas kredit selama periode Januari-Maret 2013 menunjukkan tren positif. Di Jabar, penyaluran kredit mengalami pertumbuhan.
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
Menurutnya, sejauh ini penyaluran kredit perbankan mayoritas adalah modal kerja. Persentasenya, sebesar 44 persen. Secara nilai angkanya Rp 92,95 triliun. Kredit modal kerja mengalami pertumbuhan 27,84 persen.
Akan tetapi, kata dia, kondisi sebaliknya terjadi pada kredit investasi dan konsumsi. Pertumbuhan dua sektor kredit tersebut justru melambat. Untuk kredit investasi penyalurannya hingga Maret 2013 turun menjadi 30,88 persen. Padahal pada akhir 2012 pertumbuhannya sebesar 37,91 persen. Dian mengatakan, selama periode tersebut kredit investasi meraih 13 persen total kredit Januari-Maret 2013, atau senilai Rp 27,3 triliun.
Sedangkan kredit konsumsi, seperti kredit perumahan, kendaraan bermotor, serta lainnya pertumbuhannya berada pada level 24,92 persen. Meski begitu, kredit konsumtif berkontribusi cukup besar, yaitu 43 persen total kredit atau sejumlah Rp 90,5 triliun. (*)