BI Rumuskan Branchless Banking
Keberadaan lembaga perbankan dapat menjadi salah satu kunci terciptanya pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, faktanya di Jabar sampai saat ini
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
Data Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah VI Jabar-Banten menunjukkan, hingga akhir 2012, rasio jumlah penduduk Jabar yang memiliki rekening tabungan baru mencapai 39,68 persen. Artinya, sejauh ini, baru sekitar 18.182.461 nomor rekening yang terdapat pada industri perbankan.
Kepala Kantor BI Wilayah VI Jabar-Banten, M Zaeni Aboe Amin, menyatakan, masyarakat di daerah-daerah pelosok belum ingin menabung. Hal itu terjadi karena masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai industri perbankan.
Penyebab lainnya, kata Zaeni, masih banyak daerah yang belum terlayani lembaga-lembaga perbankan. Itu karena perbankan butuh infrastruktur agar dapat menjangkau daerah pelosok. Sementara membangun infrastruktur memerlukan dana investasi dan operasional yang tidaklah sedikit.
Untuk itu, pihaknya merumuskan konsep branchless banking. Konsep itu tidak membuat sebuah lembaga perbankan membuka jaringan secara fisik, seperti kantor, tetapi cukup melalui beragam perlayanan. Umpamanya transaksi elektronik. (*)