Rabu, 10 Juni 2026

BI Rumuskan Branchless Banking

Keberadaan lembaga perbankan dapat menjadi salah satu kunci terciptanya pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, faktanya di Jabar sampai saat ini

Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Keberadaan lembaga perbankan dapat menjadi salah satu kunci terciptanya pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, faktanya di Jabar sampai saat ini rasio antara masyarakat yang memiliki rekening perbankan dan yang tidak memiliki rekening, masih cukup tinggi.

Data Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah VI Jabar-Banten menunjukkan, hingga akhir 2012, rasio jumlah penduduk Jabar  yang memiliki rekening tabungan baru mencapai 39,68 persen. Artinya, sejauh ini, baru sekitar 18.182.461 nomor rekening yang terdapat pada industri perbankan.

Kepala  Kantor BI Wilayah VI Jabar-Banten, M Zaeni Aboe Amin, menyatakan, masyarakat di daerah-daerah pelosok belum ingin menabung. Hal itu terjadi karena masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai industri perbankan.

Penyebab lainnya, kata Zaeni, masih banyak daerah yang belum terlayani lembaga-lembaga perbankan. Itu karena perbankan butuh infrastruktur agar dapat menjangkau daerah pelosok. Sementara membangun infrastruktur memerlukan dana investasi dan operasional yang tidaklah sedikit.

Untuk itu, pihaknya merumuskan konsep branchless banking. Konsep itu tidak membuat sebuah lembaga perbankan membuka jaringan secara fisik, seperti kantor, tetapi cukup melalui beragam perlayanan. Umpamanya transaksi elektronik. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved