Rabu, 10 Juni 2026

Tarif Umrah Ramadan Naik 40 Persen

Karena itu tidak mengherankan jika Ramadan tiba, banyak umat Islam termasuk dari Indonesia berbondong-bondong berangkat ke Saudi Arabia

Tayang:
Penulis: roh | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Sebagai bulan yang penuh berkah dan pahala, Ramadan kerap dijadikan umat Islam sebagai momen untuk meningkatkan ibadah, termasuk umrah ke tanah suci. Karena itu tidak mengherankan jika Ramadan tiba, banyak umat Islam termasuk dari Indonesia berbondong-bondong berangkat ke Saudi Arabia guna menunaikan umrah.

Hal ini juga diakui Sanabil Tour & Travel, selaku lembaga penyelenggara umrah dan haji di Bandung. Menurutnya, Ramadan menjadi magnet tersendiri untuk berkunjung ke baitullah. "Bukan hanya dari Indonesia, tapi dari berbagai negara juga banyak yang datang ke tanah suci. Makanya Masjidil Haram penuh sekali, bahkan lebih ramai dari musim haji karena memang Ramadan selalu dipusatkan di Masjidil Haram," kata Marketing Sanabil Tour & Travel, Maya saat ditemui di pameran Haji dan Umrah di Bandung Indah Plaza (BIP), Senin (11/3).

Karena banyak peminat umrah, kata Maya, Ramadan tahun ini pihaknya juga akan memberangkatkan jemaah umrah. Umrah dibagi ke dalam dua rombongan, yakni rombongan awal Ramadan dan full Ramadan.Untuk yang awal Ramadan, umrah hanya dilakukan sembilan hari di sepuluh hari pertama Ramadan. Sementara umrah full Ramadan berlangsung 33 hari, berangkat saat munggahan (H-1 Ramadan) dan kembali tiga hari setelah Lebaran.

"Yang full Ramadan ini rencananya hanya memberangkatkan 45 orang atau satu rombongan saja. Sejauh ini peminatnya bagus, bahkan sampai hari ini sudah ada 10 yang daftar untuk program ini," ujar Maya.

Soal biaya, Maya mengaku ada perbedaan antara umrah Ramadan dan di luar Ramadan. Saat Ramadan, biaya lebih tinggi karena kamar hotel penuh dan tidak banyak pegawai di Saudi Arabia. Sementara umrah di luar Ramadan harganya normal.

"Biasanya ada kenaikan harga antara 30-40 persen. Ya gimana tidak naik ya, semua orang berebut ingin ke tanah suci sehingga kamar hotel pun penuh. Kemudian di sana itu Ramadan adalah hari libur sehingga tak banyak karyawan yang bekerja. Jika pun ada yang memaksakan bekerja, harus dibayar lebih mahal," kata perempuan berkerudung ini.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Umum Himpunan Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Rustam Sumarna mengakui jika minat umrah pada Ramadan terjadi peningkatan. Namun jumlahnya tidak begitu signifikan. Biasanya umat Islam mengejar umrah pada sepuluh hari terakhir Ramadan karena mengejar Lailatul Qadar.

Hanya, kata Rustam, umrah di sepuluh hari terakhir Ramadan biayanya mahal. Hotel di Saudi Arabia menaikkan tarifnya hingga beberapa kali lipat.

Menurut Rustam, tren umrah di Indonesia terus naik dari tahun ke tahun. Adanya sistem tunggu untuk haji diduga menjadi penyebab orang memilih umrah. "Daripada harus menunggu haji yang lama, banyak yang memilih umrah saja dulu," ujarnya.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved