Warga Indonesia Makin Membidik Properti Asing
Konsumen Indonesia semakin membidik properti di luar negeri, terutama di Australia dan Singapura. Pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi
CEO Ray White Indonesia Johan Boyke, di Jakarta, Sabtu (1/12/2012), mengemukakan, konsumen Indonesia terus melakukan investasi properti, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini seiring pertumbuhan kelas menengah di Indonesia yang mencapai 57 persen atau 150 juta orang.
Negara utama yang menjadi tujuan investasi orang Indonesia adalah Singapura dan Australia. Kota di Australia yang berkembang untuk investasi properti antara lain Sidney, Melbourne, dan Perth.
Potensi pasar properti Australia terus meningkat jika dibandingkan Singapura, seiring kebijakan pemerintah Singapura yang mematok penambahan pajak (stand duty) sebesar 10 persen untuk warga negara asing yang membeli properti.
Saat ini, harga properti di pusat kota Singapura rata-rata 30.000 dollar AS per kaki persegi (1 kaki persegi = 0,09 meter persegi), sedangkan di pusat kota Australia berkisar 13.000 dollar AS per kaki persegi.
CEO Crown Group Iwan Sunito mengemukakan, investor asal Indonesia yang membeli unit properti apartemen yang ditawarkan Crown Group di Sidney tumbuh 30 persen dalam empat tahun terakhir. Dari total proyek Crown yang ditawarkan saat ini, pembeli asal Indonesia tercatat kedua terbesar setelah China.
Karakter pembeli asal Indonesia tersebut antara lain kepentingan sekolah, pindah pekerjaan ke Australia, dan investasi. Saat ini, sebanyak 70-80 persen pembeli merupakan investor. Para pembeli itu antara lain berasal dari Makassar, Surabaya, Jakarta, dan Medan. (*)