Rabu, 10 Juni 2026

Makanan dan Minuman Picu Inflasi Tinggi

Dari tujuh kelompok pengeluaran rumah tangga, tiga kelompok mengalami inflasi. Yang tertinggi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan

Tayang:
Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Dari tujuh kelompok pengeluaran rumah tangga, tiga kelompok mengalami inflasi. Yang tertinggi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,56 persen. Disusul kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen, dan kelompok sandang sebesar 0,16 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Gema Purwana mengatakan, sedangkan empat kelompok lainnya mengalami deflasi. Yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,31 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,05 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen.

Seperti diketahui, pada Mei ini Indeks Harga Konsumen (IHK) gabuingan Jabar yang meliputi tujuh kota, yaitu Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Bekasi, Bogor, Sukabumi, dan Depok, mengalami inflasi sebesar 0,03 persen kalau dibandingkan dengan IHK satu bulan sebelumnya.

"Inflasi 2012 (year to date) mencapai 0,94 persen. Sedangkan inflasi gabungan Jabar sepanjang 12 bulan terakhir (Mei 2012 terhadap Mei 2011) sebesar 3,95 persen. Dari tujuh kota pantauan di Jabar pada Mei 2012, tiga kota mengalami inflasi. Tertinggi di Kota Depok sebesar 0,40 persen, diikuti Sukabumi 0,31 persen dan Kota Cirebon sebesar 0,10 persen," ujarnya pada saat jumpa pers di Kantor BPS Jabar, Jumat (1/6) pagi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved