Rabu, 10 Juni 2026

Emas Melemah, Dollar Menguat

Sampai saat ini, selain minyak, emas menjadi komoditi yang harga jualnya bergantung pada perkembangan dan situasi dunia, baik politik,

Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Sampai saat ini, selain minyak, emas menjadi komoditi yang harga jualnya bergantung pada perkembangan dan situasi dunia, baik politik, ekonomi global, maupun keamanan. Saat ini, permasalahan politik di Yunani masih belum tuntas.

Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, Yunani keluar dari zona Euro. "Kondisi itu berpengaruh pada harga emas," ucap Assistant Vice President PT Valbury Asia Futures Bandung, Ervan Permadi, di tempat kerjanya, Jalan Diponegoro Bandung, Selasa (15/5).

Ervan menuturkan, selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga emas kembali turun dalam dua pekan terakhir. Antara lain, jelasnya, menguatnya nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS). Lalu, lanjutnya, melemahnya beberapa mata uang lain, seperti yen (Jepang) dan Euro.

Menguatnya Dolar AS, jelas Ervan, membuat banyak kalangan memilih mata uang negeri Paman Sam itu sebagai komoditi investasi. Faktor lainnya, lanjut Ervan, dua negara besar, Cina dan India, sejauh ini terkenal sebagai negara yang mengacu pada emas fisik.

Baru-baru ini, pemerintah Cina, jelasnya, melakukan kebijakan berupa melonggarkan kebikjakan moneter. "Itu pun berpengaruh pada harga emas dunia," ucap Ervan. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved