Harga Pesanan Baju Seragam pun Melejit
Senin, 16 April 2012 17:09 WIB
Berita Terkait
- Erwan Ingin Kaus Suci Lebih Unggul
- Puluhan Gadis Cantik Bagikan Kaus Nomor 4
- Baru 2 Pasang Kandidat yang Pesan Kaus
- Pilgub 2008, Pemesanan Kaus Rp 50 Miliar
- Pemesanan Kaus Pilgub Cenderung Sepi
- Kenaikan TDL Picu Naiknya Bahan Baku Kaus
- Pesanan Kaus Pilgub Diprediksi Ramai Bulan Depan
- Target Pemesanan Kaus Pilgub Rp 60 Miliar
- Pesanan Kaus Masih Sepi
- Pemesanan Kaus Biasanya Sepekan Sebelum Kampanye
BANDUNG, TRIBUN -
Adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yang
pada akhirnya, mengalami penundaan, ternyata, cukup berdampak bagi para
pelaku usaha Sentra Suci Kaos. Menurut Ketua Koperasi Sentra Kaos Suci,
Marnawi Munamah, para pelaku Sentra Kaos Suci cukup sulit menentukan
harga jual.
Pasalnya, jelas dia, meski kenaikan harga BBM bersubsidi mengalami penundaan, ternyata, harga-harga bahan baku melejit. "Bahan baku itu antara lain kain katun dan sebagainya," ucap dia saat bertemu Tribun di kawasan Jalan Dipenogoro Bandung, Senin (16/4).
Kenaikan harga bahan baku tersebut, tutur Marnawi, secara rata-rata, sekitar 20 persen. "Misalnya, untuk kain, sebelumnya, harga jualnya Rp 80-90 ribu per kilogram. Kini, harga jualnya Rp 100-120 ribu per kilogram," kata Marnawi.
Adanya kenaikan harga bahan baku itu, imbuh Marnawi, membuat para pelaku pun menaikkan harga jualnya kepada konsumen sekitar 20 persen. "Saya kira, kondisi itu membuat para pelanggan kami masih menunggu perkembangan berikutnya," tukasnya.
Kendati harga pemesanan mengalami kenaikan 20 persen seiring dengan naiknya harga bahan baku, yang juga besarnya 20 persen, Marnawi optimistis bahwa nilai pemesanan seragam sekolah menjelang tahun ajaran baru 2012-2013 dapat terealisasi.
"Saya kira, yang terjadi adalah, kalau harga naik, mungkin volume pemesanan turun. Itu dapat terjadi karena penyesuaian anggaran setiap pemesan," pungkasnya. (*)
Pasalnya, jelas dia, meski kenaikan harga BBM bersubsidi mengalami penundaan, ternyata, harga-harga bahan baku melejit. "Bahan baku itu antara lain kain katun dan sebagainya," ucap dia saat bertemu Tribun di kawasan Jalan Dipenogoro Bandung, Senin (16/4).
Kenaikan harga bahan baku tersebut, tutur Marnawi, secara rata-rata, sekitar 20 persen. "Misalnya, untuk kain, sebelumnya, harga jualnya Rp 80-90 ribu per kilogram. Kini, harga jualnya Rp 100-120 ribu per kilogram," kata Marnawi.
Adanya kenaikan harga bahan baku itu, imbuh Marnawi, membuat para pelaku pun menaikkan harga jualnya kepada konsumen sekitar 20 persen. "Saya kira, kondisi itu membuat para pelanggan kami masih menunggu perkembangan berikutnya," tukasnya.
Kendati harga pemesanan mengalami kenaikan 20 persen seiring dengan naiknya harga bahan baku, yang juga besarnya 20 persen, Marnawi optimistis bahwa nilai pemesanan seragam sekolah menjelang tahun ajaran baru 2012-2013 dapat terealisasi.
"Saya kira, yang terjadi adalah, kalau harga naik, mungkin volume pemesanan turun. Itu dapat terjadi karena penyesuaian anggaran setiap pemesan," pungkasnya. (*)
Penulis : win
Editor : dar
Sumber : Tribun Jabar