Harga Pesanan Baju Seragam pun Melejit
Senin, 16 April 2012 17:09 WIB
Share |
BANDUNG, TRIBUN - Adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yang pada akhirnya, mengalami penundaan, ternyata, cukup berdampak bagi para pelaku usaha Sentra Suci Kaos. Menurut Ketua Koperasi Sentra Kaos Suci, Marnawi Munamah, para pelaku Sentra Kaos Suci cukup sulit menentukan harga jual.

Pasalnya, jelas dia, meski kenaikan harga BBM bersubsidi mengalami penundaan, ternyata, harga-harga bahan baku melejit. "Bahan baku itu antara lain kain katun dan sebagainya," ucap dia  saat bertemu Tribun di kawasan Jalan Dipenogoro Bandung, Senin (16/4).

Kenaikan harga bahan baku tersebut, tutur Marnawi, secara rata-rata, sekitar 20 persen. "Misalnya, untuk kain, sebelumnya, harga jualnya Rp 80-90 ribu per kilogram. Kini, harga jualnya Rp 100-120 ribu per kilogram," kata Marnawi.

Adanya kenaikan harga bahan baku itu, imbuh Marnawi, membuat para pelaku pun menaikkan harga jualnya kepada konsumen sekitar 20 persen. "Saya kira, kondisi itu membuat para pelanggan kami masih menunggu perkembangan berikutnya," tukasnya.

Kendati harga pemesanan mengalami kenaikan 20 persen seiring dengan naiknya harga bahan baku, yang juga besarnya 20 persen, Marnawi optimistis bahwa nilai pemesanan seragam sekolah menjelang tahun ajaran baru 2012-2013 dapat terealisasi.

"Saya kira, yang terjadi adalah, kalau harga naik, mungkin volume pemesanan turun. Itu dapat terjadi karena penyesuaian anggaran setiap pemesan," pungkasnya. (*)

Penulis : win
Editor : dar
Sumber : Tribun Jabar