Harga BBM Naik, Pasar Tekstil Bakal Lesu
Sampai saat ini, perkembangan harga BBM sangat berpengaruh pada sektor-sektor lainnya, termasuk tekstil dan produk tekstil (TPT).
Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN
- Sampai saat ini, perkembangan harga bahan bakar minyak (BBM) sangat
berpengaruh pada sektor-sektor lainnya, termasuk tekstil dan produk
tekstil (TPT). Pasalnya, jika pemerintah merealisasikan rencananya untuk
menaikkan harga BBM bersubsidi sekitar 33 persen, kondisi itu sangat
berpotensi menyebabkan inflasi.
Ketua Umum DPP Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat, berpendapat, inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi menyebabkan daya beli masyarakat melemah. Bagi sektor TPT, khususnya, pasar domestik, kondisi itu berdampak negatif.
Menurutnya, kenaikan harga BBM bersubsidi dapat membuat pasar TPT domestik lesu. "Perkiraannya, pasar domestik pasca kenaikan harga BBM turun 30 persen," tandas Ade, usai pembukaan Gartex 2012 di Bandung Convention Center, Jalan Soekarnohatta Bandung, Rabu (28/3).
Ade mengemukakan, kenaikan harga BBM bersubsidi membuat masyarakat tidak memilih produk TPT sebagai prioritas. Naiknya harga komoditi vital tersebut, ujar Ade, membuat komoditi pangan dan minyak menjadi prioritas.
Meski demikian, Ade memperkirakan kondisi ini tidak berlangsung lama. Dia berpandangan, apa yang terjadi pascakenaikan harga BBM bersubsidi merupakan pelemahan pasar yang sifatnya temporer. (*)
Ketua Umum DPP Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat, berpendapat, inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi menyebabkan daya beli masyarakat melemah. Bagi sektor TPT, khususnya, pasar domestik, kondisi itu berdampak negatif.
Menurutnya, kenaikan harga BBM bersubsidi dapat membuat pasar TPT domestik lesu. "Perkiraannya, pasar domestik pasca kenaikan harga BBM turun 30 persen," tandas Ade, usai pembukaan Gartex 2012 di Bandung Convention Center, Jalan Soekarnohatta Bandung, Rabu (28/3).
Ade mengemukakan, kenaikan harga BBM bersubsidi membuat masyarakat tidak memilih produk TPT sebagai prioritas. Naiknya harga komoditi vital tersebut, ujar Ade, membuat komoditi pangan dan minyak menjadi prioritas.
Meski demikian, Ade memperkirakan kondisi ini tidak berlangsung lama. Dia berpandangan, apa yang terjadi pascakenaikan harga BBM bersubsidi merupakan pelemahan pasar yang sifatnya temporer. (*)
KOMENTAR