Sabtu, 13 Juni 2026

Persib Bandung

Persib Kapan Wilujeng Sumping? Ternyata Maung Belum Lepas dari Jerat Sanksi FIFA hingga Sabtu

Langkah Persib Bandung berburu pemain baru di bursa transfer tersendat akibat sanksi transfer ban FIFA terkait sengketa kontrak Daisuke Sato

Tayang:
Editor: Ravianto
Dok. Persib
WILUJENG SUMPING - Gelandang Persib Bandung, Adam Alis. Persib belum bisa mengucapkan wilujeng sumping karena FIFA belum mencabut sanksi hingga Sabtu 13 Juni 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Transfer Mandek: Pergerakan transfer Persib Bandung untuk musim 2026/2027 tersendat akibat hukuman larangan registrasi pemain baru (transfer ban) dari FIFA per Sabtu (13/6/2026).
  • Kasus Daisuke Sato: Sanksi tersebut buntut dari sengketa kontrak Daisuke Sato tahun 2023.
  • Ancaman Eksodus: Akibat transfer terkunci, Persib terancam kehilangan separuh kekuatannya setelah belasan pilar utama—termasuk Layvin Kurzawa dan Febri Hariyadi—habis kontrak.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pergerakan Persib Bandung di lantai bursa transfer menjelang kompetisi musim 2026/2027 dipastikan tersendat.

Hingga Sabtu (13/6/2026), belum ada satu pun kalimat "wilujeng sumping" untuk meresmikan pemain baru, baik pilar lokal maupun legiun impor.

Macetnya pergerakan Maung Bandung berimbas pada lepasnya sejumlah pemain yang dikabarkan menjadi buruan utama, seperti winger Mariano Peralta dan gelandang Belanda di Lion City Sailors FC, Bart Ramselaar.

Usut punya usut, nama Persib Bandung masih tercantum dalam daftar larangan registrasi pemain baru (transfer ban) di laman resmi FIFA per Sabtu (13/6/2026) pagi.

Sanksi dari badan sepak bola dunia tersebut merupakan buntut dari sengketa pemutusan kontrak pemain asal Filipina, Daisuke Sato, pada pertengahan musim 2023/2024 lalu.

Manajemen Buka Suara: Proses Banding CAS Bikin Jatuh Tempo Bergeser

Menanggapi hukuman tersebut, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa manajemen tidak terkejut.

Kasus ini merupakan warisan tahun 2023 di era kepelatihan Luis Milla, sebelum posisi pelatih digantikan oleh Bojan Hodak.

Persib memilih membawa kasus Daisuke Sato ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) karena adanya kejanggalan nilai kontrak dan selisih gaji yang diterima Sato di klub barunya di Filipina.

Proses investigasi CAS itulah yang memakan waktu berbulan-bulan.

"Ternyata kita dapat pengurangan. Seingat saya sebelumnya (tuntutan) Rp 3,03 miliar, setelah ke CAS turun jadi Rp 2,7 miliar."

"Jadi ini proses berjalan yang memang kami lalui, bukan sesuatu yang mengagetkan," ujar Adhitia.

Adhitia menggarisbawahi bahwa hukuman ini bukan akibat Persib menunggak gaji pemain, melainkan karena manajemen menunggu hasil nominal pasti dari CAS.

Pihaknya berjanji akan segera melunasi denda Rp 2,7 miliar tersebut agar hukuman transfer ban dicabut oleh FIFA.

"Kita juga enggak terlalu worry, kita pasti selesaikan gitu. Nah, pas sudah clear berapa nilainya, pasti kita akan selesaikan sesegera mungkin," ucapnya menambahkan.

Setengah Kekuatan Skuad Utama Resmi Habis Kontrak

Kondisi transfer ban yang belum dicabut ini menjadi alarm bahaya bagi sang jawara bertahan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved