Minggu, 31 Mei 2026

Persib Bandung

Daisuke Sato Buka Suara Soal Sanksi Transfer Ban FIFA yang Menjerat Persib Bandung Akibat Sengketa

Mantan pemain Persib Bandung, Daisuke Sato, mengklarifikasi bahwa sanksi larangan transfer dari FIFA dipicu oleh sengketa pemutusan kontrak.

Tayang:
Instagram @daisukesato11
Bek asal Filipina, Daisuke Sato resmi mengucapkan hatur nuhun kepada Persib Bandung. 

Ringkasan Berita:
  • Mantan pemain Persib Bandung, Daisuke Sato, mengklarifikasi bahwa sanksi larangan transfer dari FIFA dipicu oleh sengketa pemutusan kontrak sepihak dirinya pada tahun 2023. 
  • Sato memenangkan gugatan di tingkat lembaga hukum olahraga sehingga Maung Bandung diwajibkan membayar kompensasi besar. 
  • Ia menegaskan langkah ini murni demi hak profesional, tanpa ada masalah personal dengan Bobotoh.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Eks bek asing Persib Bandung, Daisuke Sato, akhirnya memberikan klarifikasi menyeluruh terkait sengketa hukum yang memicu FIFA menjatuhkan sanksi larangan pendaftaran pemain baru (transfer ban) terhadap klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.

Hukuman dari otoritas tertinggi sepak bola dunia ini sempat memicu kegemparan publik. Pasalnya, Maung Bandung selama ini dikenal sebagai salah satu kontestan dengan kondisi finansial paling sehat dan mapan di pentas Super League.

Kemampuan manajemen dalam mendaratkan legiun asing berharga selangit menjadi bukti sahih tebalnya kantong finansial mereka. Pada umumnya, jerat sanksi transfer ban hanya menimpa klub-klub yang didera krisis tata kelola kontrak atau dilaporkan akibat menunggak hak gaji pemain guna memaksa pelunasan kompensasi.

Pemain berpaspor Filipina tersebut membeberkan bahwa pangkal persoalan ini sebenarnya sudah bergulir sejak tahun 2023. Momentum tersebut terjadi ketika ikatan kerjanya diputus secara sepihak oleh manajemen. Sato menilai tindakan tersebut melanggar regulasi, sehingga dirinya menuntut pertanggungjawaban mutlak dari Persib.

"Masalah ini bukan merupakan hasil dari laporan baru atau tindakan terbaru dari pihak saya. Kasus ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara Persib Bandung dan saya, Daisuke Sato, setelah pemutusan kontrak saya pada tahun 2023," tulis keterangan Daisuke Sato dilansir BolaSport.com, 30 Mei 2026.

Pada awalnya, pesepak bola berusia 31 tahun itu berniat menuntaskan polemik ini lewat jalan musyawarah lantaran masih menaruh respek terhadap Persib.

Apalagi, pembatalan kontrak sepihak itu telah menimbulkan kerugian besar bagi dirinya. Namun, kebuntuan situasi memaksa Sato mengambil opsi paling rasional, yakni menggulirkan sengketa ini ke ranah hukum hingga ke tingkat Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

"Sejak awal, saya berusaha menangani situasi ini secara profesional dan melalui jalur yang semestinya. Namun, karena cara situasi kontrak saya ditangani pada saat itu, serta kondisi yang saya hadapi, saya tidak memiliki pilihan yang masuk akal selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum," lanjutnya.

Dalam perjalanannya, manajemen Persib sempat mengajukan keberatan dan melakukan perlawanan hukum. Meski demikian, Sato menegaskan bahwa putusan akhir lembaga yudisial sepenuhnya memenangkan dirinya.

Imbas dari kekalahan gugatan ini, kubu Maung Bandung diwajibkan membayar uang kompensasi dalam jumlah yang signifikan.

"Kasus ini kemudian diperiksa oleh badan sepak bola dan lembaga hukum yang berwenang. Persib Bandung memilih untuk menggugat atau menantang perkara tersebut melalui prosedur yang tersedia. Setelah seluruh tahapan proses selesai, keputusan yang diambil menguatkan posisi saya," urainya.

Sato juga mengungkap dinamika di balik layar, di mana kubu Persib ditengarai mencoba mengaburkan kasus ini demi membentengi citra klub di mata publik. Sadar akan dampak negatif terhadap reputasi mereka, manajemen sempat menyodorkan klausul tertentu, namun Sato bergeming dan memilih prinsip keterbukaan.

"Persib meminta agar keputusan tersebut tidak dipublikasikan dengan menyebut nama pemain maupun klub, dengan alasan menjaga kehormatan dan reputasi. Kami menolak permintaan tersebut karena kami percaya bahwa perkara ini seharusnya ditangani secara transparan," terangnya.

Kendati terlibat perselisihan hukum yang sengit, pemain yang berposisi sebagai bek ini menggarisbawahi bahwa hubungan emosionalnya dengan Persib maupun kelompok suporter Bobotoh sama sekali tidak renggang. Langkah hukum ini murni ditempuh demi memperjuangkan hak-hak profesionalnya yang tercederai.

"Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib maupun dengan klub sebagai sebuah institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan-rekan setim saya, serta sepak bola Indonesia."

"Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub maupun para suporternya. Tujuan saya hanya untuk melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang telah ditetapkan dihormati," tutupnya.

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved