Persib Bandung
Respons Persib Bandung soal Registration Ban FIFA, Perkara Kontrak Daisuke Sato
Adapun, perkara yang dimaksud adalah penyelesaian terminasi kontrak dengan mantan pemain Persib Bandung asal Filipina, Daisuke Sato pada 2023.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Ringkasan Berita:
- Jatuhnya Sanksi: FIFA menjatuhkan registration ban kepada Persib akibat masalah administratif terminasi kontrak Daisuke Sato pada 2023.
- Komitmen Manajemen: Deputy CEO PT PBB menegaskan kasus ini bukan karena tunggakan gaji dan pihak klub berkomitmen penuh untuk menyelesaikannya.
- Kondisi Klub: Operasional, persiapan tim, dan agenda strategis Persib dipastikan tetap berjalan normal tanpa terganggu sanksi tersebut.
TRIBUNJABAR.ID - PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) buka suara terkait ramainya pemberitaan registration ban untuk Persib Bandung oleh FIFA.
Kabar ini tersebar di media sosial, khususnya di X yang menampilkan tangkapan layar daftar klub yang mendapatkan registration ban dari FIFA.
Registration ban atau sering juga disebut transfer ban, adalah hukuman yang dijatuhkan kepada sebuah klub sehingga mereka dilarang mendaftarkan pemain baru ke asosiasi sepak bola.
Menanggapi hal ini, Deputy CEO PT PBB Adhitia Putra Herawan menjelaskan bahwa pihaknya telah mengetahui dan mengikuti proses perkara ini sejak awal.
Adapun, perkara yang dimaksud adalah penyelesaian terminasi kontrak dengan mantan pemain Persib Bandung asal Filipina, Daisuke Sato pada 2023.
"Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak," kata Adhitia dalam keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026).
Adhitia menegaskan, pihaknya berkomitmen menjalankan tata kelola sepak bola yang baik, termasuk memenuhi kewajiban kontraktual dan menjalankan setiap proses sesuai regulasi yang berlaku baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub," jelas Adhitia.
Baca juga: Manajemen Persib Berterima Kasih ke Borneo dan Persija Usai Cetak Sejarah Tiga Kali Juara
Saat ini, kata Adhitia, manajemen Persib Bandung tengah berupaya menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut, serta menindaklanjuti seluruh proses administratif yang diperlukan.
"Setelah kewajiban tersebut diselesaikan, kami akan melanjutkan proses sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA agar status tersebut dapat ditinjau dan dicabut sebagaimana ketentuan yang berlaku," kata dia.
Adhitia memastikan, situasi ini tidak memengaruhi stabilitas maupun arah pengembangan klub.
"Aktivitas operasional, persiapan tim, serta berbagai agenda strategis yang telah direncanakan tetap berjalan dengan baik dan sesuai target," jelasnya.
Menurut Adhitia, persoalan administratif maupun sengketa kontraktual menjadi hal yang cukup lumrah dalam sepak bola profesional global karena menjadi bagian dari dinamika di dalamnya.
"Yang terpenting adalah bagaimana setiap pihak menunjukkan itikad baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyelesaikannya secara profesional. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh PERSIB," tegasnya.
Lebih lanjut, Adhitia mengaku memahami bahwa perhatian dan cinta dari Bobotoh terhadap Persib Bandung begitu besar.
| Manajemen Persib Berterima Kasih ke Borneo dan Persija Usai Cetak Sejarah Tiga Kali Juara |
|
|---|
| Persib Rombak Skuad 80 Persen, Pengamat Puji Mentalitas Juara dengan Efisiensi Taktik dan Pertahanan |
|
|---|
| Pengamat Olahraga Ungkap Dampak Strategis Pergantian Pelatih Persib dari Bojan Hodak ke Igor Tolic |
|
|---|
| Farhan Ungkap Efek Domino Persib untuk Kota Bandung: Sektor Wisata Melonjak, Pajak Meroket |
|
|---|
| Peluang Pariwisata, Farhan Kaitkan ACL Two Persib dengan Reaktivasi Bandara Husein dan Renovasi GBLA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ceo-persib-adhitia-putra-herawan-baju-putih.jpg)