Persib Bandung
Kawal Pesta Juara Persib, Polda Jabar Larang Keras Miras dan Siap 'Sweeping' Sajam hingga Flare
Polda Jabar mengeluarkan larangan keras terkait penggunaan flare, miras, dan sajam saat konvoi pesta juara Persib Bandung.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengeluarkan panduan pengamanan ketat demi mengawal euforia pesta juara Persib Bandung akhir pekan ini.
Polisi mengimbau keras agar seluruh Bobotoh tidak menodai momen krusial ini dengan tindakan melanggar hukum, seperti mengonsumsi minuman keras (miras) maupun membawa senjata tajam (sajam).
Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, di Markas Brimob, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (20/5/2026).
Hendra menegaskan bahwa euforia kemenangan harus dirayakan secara beradab, tertib, dan tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
“Kami imbau kepada masyarakat (Bobotoh) jangan mengonsumsi miras. Gunakan euforia ini dengan happy saja, jangan menggunakan flare, apalagi molotov dan benda tajam. Kita akan lakukan sweeping (razia),” ujar Kombes Pol Hendra secara tegas.
Darurat Penyalahgunaan Obat Terlarang dan Miras
Baca juga: Polda Jabar Ancam Tindak Tegas Perusuh Saat Konvoi Juara Persib, Antisipasi Penyusup di GBLA
Langkah preventif berupa penindakan razia di jalanan ini diambil bukan tanpa alasan. Hendra menyinggung bahwa dalam berbagai kasus gangguan kamtibmas di wilayah hukum Jawa Barat, faktor konsumsi miras dan penyalahgunaan obat-obatan tertentu sering menjadi pemicu utama gesekan antarsuporter maupun kriminalitas jalanan.
“Obat-obatan itu sebenarnya obat generik, tapi disalahgunakan. Termasuk miras, terus kami lakukan penindakan dan ekspos agar penyakit masyarakat ini bisa dihindari,” ucapnya.
Oleh karena itu, kepolisian akan menyaring ketat pergerakan massa konvoi guna memastikan tidak ada suporter dalam pengaruh alkohol atau zat terlarang yang turun ke jalan raya.
Catat! Ini Titik Rawan Macet yang Harus Dihindari Warga
Selain merilis aturan bagi suporter, Polda Jabar juga memberikan panduan taktis bagi masyarakat umum, khususnya warga Kota Bandung yang tidak ikut merayakan konvoi.
Guna menghindari jebakan kemacetan total, masyarakat diminta untuk tidak melintasi jalur puncak perayaan pasca-pertandingan, di antaranya:
- Kawasan Dago (Jalan Ir. H. Juanda)
- Kawasan Flyover Cikapayang dan sekitarnya
- Area pusat kota yang menjadi titik kumpul massa
“Saya minta kepada masyarakat, pada momen pasca-kemenangan Persib nanti, jika tidak ada keperluan mendesak sebaiknya jangan melintas di jalan-jalan tersebut,” pungkas Hendra.
Sesuai jadwal, Persib Bandung akan melakoni laga pamungkas kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5/2026).
Jika Maung Bandung berhasil mengunci gelar, puncak perayaan konvoi hattrick juara diprediksi akan membiru-hitamkan jalanan Bandung pada Minggu (24/5/2026).(*)
| Antisipasi Risiko Terjebak Konvoi Persib, WO Pilih Majukan Jam Resepsi Pernikahan |
|
|---|
| Bomber Persib Ramon Tanque Fokus Incar Kemenangan dari Persijap, Namun Tak akan Anggap Enteng |
|
|---|
| Polda Jabar Ancam Tindak Tegas Perusuh Saat Konvoi Juara Persib, Antisipasi Penyusup di GBLA |
|
|---|
| Dishub Siapkan Sejumlah Kantong Parkir Saat Konvoi Persib, Pastikan Tak Ada Aksi Getok Parkir |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Asia Afrika Melonjak, Wisatawan Antusias Nonton Konvoi Persib dari Kamar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Konvoi-bobotoh-di-kawasan-Flyover-Pasupati-di-Kota-Bandung-u.jpg)