Super League
Pramono Anung Turut Kecewa Laga Persija vs Persib Batal Digelar di SUGBK
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku turut merasakan kekecewaan laga Persija Jakarta vs Persib Bandung batal digelar di GBK.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
"Kami memahami keputusan tersebut diambil melalui koordinasi bersama berbagai pihak dan mempertimbangkan kepentingan kompetisi secara menyeluruh," ujar Adhitia.
Ia juga menegaskan bahwa dalam proses penetapan keputusan tersebut, Persib tidak pernah melakukan intervensi apa pun terhadap operator kompetisi.
"Sebagai klub profesional, Persib senantiasa menghormati kewenangan operator liga dalam mengambil keputusan terkait kompetisi."
"Kami tidak pernah mengintervensi proses maupun keputusan yang menjadi otoritas operator liga," tegasnya.
Menurutnya, Persib Bandung selalu siap bertanding di stadion mana pun dan akan senantiasa menghormati seluruh regulasi yang telah ditetapkan operator kompetisi.
"Bagi Persib, pertandingan adalah bagian dari profesionalisme. Kami selalu siap bertanding di stadion mana pun dan akan selalu menghormati serta menaati seluruh regulasi maupun keputusan yang ditetapkan operator liga," lanjutnya.
Adhitia menambahkan, fokus utama Persib saat ini adalah menjaga kesiapan tim agar dapat tampil maksimal dalam pertandingan mendatang.
"Kami ingin memastikan seluruh persiapan tim berjalan dengan baik agar Persib dapat tampil optimal dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas," katanya.
Baca juga: Persija vs Persib di Segiri, Dandri Sindir Tim yang Tak Siap Gelar Laga Home: Jangan Terulang Lagi
Ia juga mengajak seluruh bobotoh untuk terus memberikan dukungan positif kepada tim dengan tetap menjaga ketertiban dan suasana sepak bola yang kondusif.
"Kami percaya bobotoh selalu mampu menunjukkan dukungan yang dewasa, positif, dan penuh kecintaan terhadap klub."
"Dukungan tersebut tentunya menjadi energi penting bagi tim dalam menjalani setiap pertandingan," ujarnya.
Selain itu, ia berharap pertandingan Persija Jakarta kontra Persib Bandung dapat berlangsung aman, lancar, dan menjadi momentum positif bagi sepak bola Indonesia.
"Rivalitas dalam sepak bola merupakan bagian dari dinamika kompetisi. Namun yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga semangat sportivitas, rasa saling menghormati, dan menjadikan sepak bola sebagai ruang pemersatu," tutup Adhitia.
Baca berita artikel Tribunjabar.id lainnya di Google News.
| Menjauh dari Persib dan Borneo, Pelatih Persija Belum Menyerah: Tetap Harus Berusaha |
|
|---|
| GOOL Lucho Jebol Gawang Madura United Lewat Tendangan Canon Spektakuler |
|
|---|
| Ganasnya Super League Membuat Sejumlah Pelatih Berguguran Dipecat Klub, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Persib vs Dewa United: Klok Tegaskan Harus Rebut 3 Poin, Sonny Stevens Akui Bakal Penuh Tantangan |
|
|---|
| Pelatih Dewa United Akui Persib Tim dengan Sejarah Besar: Saya Selalu Menunggu Pertandingan Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Konferensi-Pers-Pramono-Anung-Rabu-6-Mei-2026.jpg)