Rabu, 3 Juni 2026

Persib Bandung

Cerita Pahit Usai Laga Panas Persebaya Vs Persib: Mikael Tata Diserang Komentar Rasis

Bek kiri berusia 21 tahun, Mikael Tata, mendadak menjadi pusat perhatian bukan karena performanya, melainkan karena gelombang rasisme

Tayang: | Diperbarui:
Tangkapan Layar
Unggahan bek kiri Persebaya Mikael Tata menjawab ujaran rasisme di media sosial Instagramnya, @alfredotata15. 

Ringkasan Berita:
  • Hasil imbang 2-2 antara Persebaya dan Persib di GBT berujung pada insiden cekcok di menit akhir yang melibatkan Mikael Tata dan Kakang Rudianto, dengan pelatih Bernardo Tavares menerima kartu kuning. 
  • Seusai laga, akun Instagram Tata dibanjiri 1.850 komentar, banyak di antaranya berisi ujaran rasis dan penghinaan terhadap identitas serta warna kulitnya. 
  • Di tengah badai kebencian, Tata memilih merespons dengan pesan damai.

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - Hasil imbang yang diraih Persebaya Surabaya justru menyisakan cerita pahit bagi salah satu pemain mudanya.

Bek kiri berusia 21 tahun, Mikael Tata, mendadak menjadi pusat perhatian bukan karena performanya, melainkan karena gelombang rasisme dan perundungan yang menyerangnya setelah pertandingan kontra Persib Bandung.

Sebelumnya, Persebaya harus puas berbagi angka 2-2 saat menjamu Persib Bandung pada pekan ke-24 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026). 

Duel dua tim besar ini berlangsung sengit sejak awal hingga akhir, dengan intensitas tinggi yang tak pernah benar-benar mereda.

Bukan hanya skor akhir yang menyita perhatian publik. Pada fase-fase penentuan di penghujung laga, tensi pertandingan meningkat drastis dan memicu gesekan antar pihak di tepi lapangan.

Memasuki injury time, suasana memanas ketika sebuah lemparan ke dalam di depan area teknik Persebaya memantik ketegangan.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, sempat menahan bola yang diyakininya milik timnya. Situasi itu kemudian memancing reaksi dari bek Persib, Kakang Rudianto, yang bergerak agresif. Saat Tavares terdorong, Mikael Tata bersama beberapa pemain Persebaya bereaksi untuk membela.

Pemain Persebaya Surabaya Bruno Moreira saat laga pekan ke-24 Super League 2025-2026 melawan Persib Bandung yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Gelora BUng Tomo Surabaya, Senin (2/3/2026) malam.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
Pemain Persebaya Surabaya Bruno Moreira saat laga pekan ke-24 Super League 2025-2026 melawan Persib Bandung yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Gelora BUng Tomo Surabaya, Senin (2/3/2026) malam.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU) (Kompas.com)

Adu argumen disertai aksi saling dorong pun tak terhindarkan antara Tata dan Kakang. Ketegangan tersebut akhirnya diredam wasit Eko Saputra yang memilih memberikan kartu kuning kepada Tavares. Juru taktik asal Portugal itu dianggap sebagai pemicu keributan lantaran menahan bola.

Meski terjadi dorong-dorongan dan perdebatan sengit, tak ada kartu yang keluar untuk Kakang maupun Mikael Tata. Kapten kedua tim dinilai mampu meredakan situasi sehingga pertandingan tetap ditutup dengan peluit panjang, meski suasana jabat tangan terasa kaku.

Cerita tak berhenti ketika lampu stadion dipadamkan. Di ruang digital, kemarahan berubah rupa menjadi serangan yang jauh dari nilai sportivitas. Akun Instagram Mikael Tata mendadak dipenuhi komentar yang tak lagi sekadar menilai permainan.

Sebagian komentar menyerang identitas pribadi, warna kulit, hingga melontarkan sebutan yang merendahkan. Cekcok di lapangan dijadikan pembenaran oleh oknum tertentu untuk mengirimkan ujaran kebencian yang melukai sisi kemanusiaan.

Salah satu unggahan yang sebelumnya hanya memuat sekitar 300 komentar, hingga Selasa (3/3/2026) malam melonjak menjadi 1.850 komentar. Di antaranya terdapat kalimat seperti “Muka mony*t,” tulis salah satu akun.

“Sok jago lo hitam njng,” tulis oknum suporter.

Tak hanya teks, sejumlah gambar bernuansa rasis juga diarahkan kepada pemain muda tersebut. Gelombang komentar bernada diskriminatif ini memicu respons dari Bonek, kelompok suporter Persebaya.

Banyak di antara mereka membanjiri kolom komentar dengan pesan dukungan, meminta Tata tetap tegar menghadapi situasi. Solidaritas itu menjadi penyeimbang di tengah derasnya serangan kebencian.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved