Rabu, 20 Mei 2026

Gempa M 6,4 Guncang Pacitan Jawa Timur, Warga Sumedang Merasakan Getaran Megathrust

Getaran gempa yang terjadi sekira pukul 01.06 ini juga dirasakan warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. 

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Sejumlah pelajar mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Bencana Gempa Bumi di SMPN 1 Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/8/2025). Terkini, gempa berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari.  
Ringkasan Berita:
  • Gempa M 6,4 mengguncang Pacitan, Jawa Timur (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. 
  • Meski berpusat di laut dan tak berpotensi tsunami, guncangan menyebabkan kerusakan bangunan di Pacitan dan terasa hingga Sumedang, Jawa Barat. 
  • Warga Sumedang yang baru mengalami gempa Sesar Lembang (30/1) mengaku kaget meski getaran terasa singkat. BMKG mengimbau warga tetap tenang namun waspada gempa susulan.

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Gempa berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari. 

Getaran gempa yang terjadi sekira pukul 01.06 ini juga dirasakan warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa berada di laut, sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur.

Gempa tercatat memiliki kedalaman 10 kilometer pada koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur.

BMKG menyebutkan, meski termasuk gempa dangkal, namun gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. 

Yudianto (43), warga Jatinangor, Kabupaten Sumedang mengaku merasakan getaran gempa tersebut hanya berlangsung beberapa detik.

"Ya terasa, getarannya relatif kecil. Terasa hanya beberapa detik ," katanya kepada TribunJabar.id, Jumat pagi. 

Hal senada dikatakan Deden Sadikin (27), warga Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Ia mengaku kaget karena rumahnya terasa bergerak, namun hanya berlangsung sangat cepat

"Terasa, tapi tidak lama bergetarnya," kata dia. 

Dilansir Kompas.com, gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menyebabkan sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan.

Sedikitnya satu teras rumah dan dua dapur milik warga dilaporkan ambruk akibat kuatnya guncangan.

Belum lama ini, warga Sumedang pun merasakan gempa dari sekitar Sesar Lembang yang memang berujung timur di kawasan Sumedang.

BMKG menyatakan gempa bumi berkekuatan 2,7 Magnitudo yang menggetarkan wilayah barat Kabupaten Sumedang, dipicu akibat segmen sesar di sebelah timur Sesar Lembang.

Gempa ini mengguncang wilayah Tanjungsari dan Sukasaripada Jumat (30/1/2026) pukul 05:13 WIB.

SIMULASI GEMPA BUMI - Ratusan siswa SMPN 1 Bandung saat mengikuti simulasi gempa bumi.
SIMULASI GEMPA BUMI - Ratusan siswa SMPN 1 Bandung saat mengikuti simulasi gempa bumi. (Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin)

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pacitan

Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, memastikan gempa bumi berkekuatan M6,4 di Pacitan, Jawa Timur, merupakan jenis gempa megathrust.

"Gempa pacitan ini jenis gempa Megathrust," kata Daryono dalam keterangan yang diterima Tribun Jabar.id, di Sumedang, Jumat pagi. 

Menurut Daryono, kepastian tersebut lantaran yang tergambar dari mekanismenya berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal. 

"Patut disyukuri bahwa gempa pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena dapat berpotensi tsunami," ucapnya. 

Ia menyebutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. 

Selain itu, kata  Daryono, pristiwa tsunami yang terjadi pada 4 Januari 1840 di Jawa Timur, tercatat dalam sejarah sebagai tsunami yang terjadi di wilayah selatan Pulau Jawa, khususnya di daerah Pacitan

"Ini terjadi setelah gempa besar yang dirasakan jauh hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan kemudian diikuti gelombang pasang/tsunami di Pantai selatan Pacitan, " ujarnya. 

Gempa pacitan yang terjadi sekira pukul 01.06 ini juga dirasakan warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved