Tebing Ambrol Timpa Pekerja
Bukan Sakti, Ini Penyebab Ahmid Selamat dari Longsor Maut Jatinangor Meski Tertimbun 10 Menit
Lantas, apa yang menyebabkan Ahmid dan anaknya, Dian (41), bisa selamat dari bencana tersebut?
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
Ringkasan Berita:
- Ahmid selamat karena saat kejadian berada di pinggir area longsor, bukan di pusat galian pondasi.
- Sempat mendengar teriakan peringatan "awas pak" sesaat sebelum tembok setinggi 7 meter ambruk.
- Berhasil dievakuasi warga dalam waktu kritis 10 menit sehingga terhindar dari sesak napas akut.
- Mengalami luka ringan meski tertimbun, Ahmid menepis isu "sakti" dan menyebutnya murni anugerah Allah.
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ahmid (71), salah satu korban selamat dari tragedi ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, membagikan kisahnya.
Meski tertimbun material tanah selama hampir 10 menit, Ahmid berhasil lolos dari maut yang merenggut nyawa empat rekan kerjanya.
Lantas, apa yang menyebabkan Ahmid dan anaknya, Dian (41), bisa selamat dari bencana tersebut?
Berikut adalah faktor-faktor kunci yang dirangkum dari kesaksian korban:
1. Posisi di Pinggir Titik Utama Longsor
Faktor utama keselamatan Ahmid adalah posisinya saat kejadian.
Baca juga: Daftar Nama 6 Korban Tertimbun Tebing Runtuh di Jatinangor, 2 Orang Selamat Warga Cisempur Sumedang
Berbeda dengan empat korban meninggal yang berada di bagian tengah dan bawah untuk menggali pondasi, Ahmid saat itu berada di area pinggir.
"Saya di pinggir, mau ambil air. Yang lain di tengah, di bawah lagi gali tanah," kenang Ahmid saat ditemui di RS Unpad Jatinangor, Sabtu petang.
Posisi di pinggir ini membuat timbunan tanah yang menerjangnya tidak seberat korban yang berada di pusat galian.
2. Adanya Peringatan Dini (Teriakan Warga)
Sesaat sebelum TPT setinggi 7 meter itu ambruk, Ahmid sempat mendengar teriakan peringatan.
Hal ini memberinya waktu sepersekian detik untuk bereaksi, meskipun longsor datang sangat cepat.
"Ada yang teriak, ‘awas pak’, tapi enggak lama langsung rubuh," tuturnya.
3. Penyelamatan Cepat dalam Golden Time (10 Menit)
Ahmid menceritakan dirinya sempat terkubur dalam gelap dan sulit bernapas karena tekanan tanah di dada.
Namun, ia berhasil dievakuasi warga dalam waktu kurang dari 10 menit.
Kecepatan evakuasi warga sekitar sebelum bantuan SAR tiba menjadi kunci ia tidak kehabisan oksigen.
"Hampir habis (napas). Alhamdulillah keburu ada bantuan dari warga," ujarnya.
4. Kondisi Fisik yang Tidak Mengalami Luka Vital
Berbeda dengan korban lain yang tertimpa material berat di titik pusat, Ahmid hanya mengalami luka gores dan sesak akibat tekanan tanah.
Ia menolak anggapan dirinya "sakti" dan lebih memilih menyebut keselamatannya sebagai anugerah Tuhan.
"Ah itu mah berkat Allah saja. Belum waktunya saya meninggal," kata Ahmid lirih.(*)
Laporan wartawan Tribun Jabar, Kiki Andriana
Tebing Ambrol Sumedang
Desa Cisempur Sumedang
longsor Jatinangor hari ini
berita sumedang hari ini
| Kesaksian Ahmid: 10 Menit Terkubur Longsor di Jatinangor Sumedang, Sulit Bernapas dan Dada Tertekan |
|
|---|
| Mimpi Ganjil Sebelum Longsor Jatinangor: Jajang Bertemu Almarhum Ayah Sebelum Sepupu Wafat Tertimbun |
|
|---|
| Kisah Haru Heri Firmansah, Korban Longsor Jatinangor yang Wafat Usai Salat Jumat |
|
|---|
| TPT Minisoccer Ambruk dan Telan Korban, Bupati Sumedang Siap Tertibkan Bangunan Tak Berizin |
|
|---|
| Tangis Syukur Keluarga Ahmid: Terima Kasih Warga, TNI, Polri, dan Tim SAR Gabungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Amid-71-korban-yang-tertimbun-longsor-tebing-di-Desa-Cisempur.jpg)