Tebing Ambrol Timpa Pekerja
Tertimbun 10 Menit, Ahmid Ceritakan Detik-Detik Mencekam Longsor Maut di Jatinangor
Meski tubuhnya sedikit terluka dan trauma peristiwa itu masih membekas, ia berusaha menceritakan kembali detik-detik longsor.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Ahmid (71), korban selamat tragedi longsor Cisempur, menceritakan pengalamannya tertimbun tanah selama hampir 10 menit dalam kondisi gelap dan sesak napas sebelum akhirnya dievakuasi warga.
- Ia menegaskan bahwa keselamatannya bersama sang anak, Dian, murni merupakan anugerah Tuhan dan menepis anggapan sakti meski hanya mengalami luka ringan dibanding rekan lainnya.
- Sebagai buruh harian yang bekerja demi kebutuhan keluarga, Ahmid kini memilih fokus pada pemulihan di RS Unpad.
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Selamat dari bencana Tembok Penahan Tanah (TPT) maut di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, tidak membuat Ahmid (71) merasa dirinya istimewa.
Baginya, keselamatan yang ia terima bersama anaknya, Dian (41) semata-mata merupakan anugerah Allah SWT.
Saat ditemui TribunJabar.id sehari setelah kejadian longsor, Sabtu (3/2/2026) petang, Ahmid masih menjalani perawatan di RS Unpad Jatinangor.
Meski tubuhnya sedikit terluka dan trauma peristiwa itu masih membekas, ia berusaha menceritakan kembali detik-detik longsor dengan suara pelan dan penuh kesadaran akan makna hidup.
“Saya mah pasrah saja. Waktu itu cuma minta keselamatan sama Allah SWT, minta saya dan anak saya, Dian, diselamatkan,” ujar Ahmid.
Ia mengingat betul, saat peristiwa terjadi tidak turun hujan. Posisi Ahmid berada di pinggir titik utama longsor, dia ke pinggir hendak mengambil air, sementara pekerja lain berada di bagian tengah dan bawah, tengah menggali tanah untuk pondasi pada proyek pembangunan lapangan minisoccer di situ.
“Enggak hujan. Saya di pinggir, yang lain di tengah, di bawah lagi gali tanah. Ada yang teriak, ‘awas pak’, tapi enggak lama langsung rubuh,” tuturnya.
Tanah longsor datang begitu cepat. Dalam hitungan detik, Ahmid dan para pekerja lainnya tertimbun material tanah. Jarak Ahmid dengan Dian sekitar empat meter, namun keduanya sama-sama terperangkap dalam gelap dan timbunan tanah.
“Saya jarak sama Dian kira-kira empat meter. Waktu itu gelap, terkubur tanah,” katanya.
Ahmid memperkirakan dirinya tertimbun selama hampir 10 menit. Dalam kondisi sulit bernapas dan dada tertekan tanah, ia mengaku hanya berserah diri.
“Paling beberapa menit enggak bisa napas. Hampir habis. Alhamdulillah keburu ada bantuan dari warga,” ujarnya.
Ia menyadari, luka yang dideritanya relatif ringan dibandingkan korban lain. Tubuhnya hanya mengalami luka gores dan tekanan di bagian dada.
“Luka sedikit saja. Dada kena tekanan tanah. Ya berkat Allah SWT saja,” katanya.
Ahmid juga menepis anggapan sebagian orang yang menyebut dirinya “sakti” karena selamat dari maut. Baginya, hidup dan mati sepenuhnya berada dalam kehendak Allah SWT.
“(Orang menyangka Pak Ahmid sakti karena selamat?) Ah itu mah berkat Allah saja. Belum waktunya saya meninggal. Yang empat orang itu mungkin sudah waktunya. Saya mungkin masih dipercaya oleh Allah SWT,” ucapnya lirih.
| Mimpi Ganjil Sebelum Longsor Jatinangor: Jajang Bertemu Almarhum Ayah Sebelum Sepupu Wafat Tertimbun |
|
|---|
| Kisah Haru Heri Firmansah, Korban Longsor Jatinangor yang Wafat Usai Salat Jumat |
|
|---|
| TPT Minisoccer Ambruk dan Telan Korban, Bupati Sumedang Siap Tertibkan Bangunan Tak Berizin |
|
|---|
| Tangis Syukur Keluarga Ahmid: Terima Kasih Warga, TNI, Polri, dan Tim SAR Gabungan |
|
|---|
| Dibangun di Kaki Gunung Geulis dengan View GBLA, Proyek Minisoccer Cisempur Menyimpan Bahaya Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Amid-71-korban-yang-tertimbun-longsor-tebing-di-Desa-Cisempur.jpg)