Senin, 18 Mei 2026

Kekerasan pada Perempuan Menurun, Kekerasan pada Anak di Sumedang Justru Meningkat Sepanjang 2025

Kekerasan kepada anak meliputi bullying, tawuran, kekerasan seksual, dan kekerasan berbasis gender online (KBGO).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
dok.kompas.com
ilustrasi kekerasan/penendangan. Persoalan kekerasan terhadap kalangan anak di Kabupaten Sumedang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Laporan : Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Persoalan kekerasan pada anak di Kabupaten Sumedang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sumedang mencatat 130 laporan kekerasan terhadap anak-anak sepanjang tahun 2025.

"Ada sekitar 130 laporan kekerasan anak. Untuk (kasus) kekerasan terhadap anak naik," kata Ekki Riswandyah, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) DPPKBP3A Sumedang kepada Tribun Jabar.id, Kamis (18/12/2025). 

Baca juga: Satu Kepseknya Diduga Lakukan Kekerasan Seksual pada 5 Remaja, Disdik Tasikmalaya Siapkan Pengganti

Ia mengatakan, kekerasan kepada anak meliputi bullying, tawuran, kekerasan seksual, dan kekerasan berbasis gender online (KBGO). Ini, menurutnya, berhubungan juga dengan pola asuh keluarga. 

"Pola asuh, komunikasi dan pengawasan orangtua, game online dan kurangnya pengawasan penggunaan gadget bagi anak," katanya.

Selain itu, kata dia, kasus perempuan yang menjadi korban kekerasan di Kabupaten Sumedang semakin berani bicara. Hal ini menjadikan penurunan angka kasus kekerasan tersebut. 

Menurutnya, penurunan kasus kekerasan terhadap perempuan itu juga dampak dari edukasi di Sumedang yang dinilai berhasil.

"Tahun ini ada sekitar 20 kasus kekerasan kepada perempuan. Ini cenderung lebih sedikit dari sebelumnya," katanya. 

Ekki menuturkan, kekerasan terhadap peremuan dewasa berbasis gender online (KBGO), dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 

"Keberanian perempuan speak-up dan melaporkan apa yang menimpa dirinya, membuat pelaku setidaknya berfikir ulang untuk melakukan kekerasan," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved