26 Perempuan Penerbang Paralayang Ikut Tanding di West Java Paragliding Championship 2025
Sebanyak 26 perempuan penerbang paralayang menjadi peserta West Java Paragliding Championship 2025 yang berlangsung di Kabupaten Sumedang.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebanyak 26 perempuan penerbang paralayang menjadi peserta West Java Paragliding Championship 2025 yang berlangsung di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kejuaraan itu dimulai hari ini, Senin (22/9/2025). Sejumlah atlet telah bersiap untuk terbang dari Bukit Batu Dua, Kecamatan Cisitu, namun menunggu stabilitas angin meski cuaca cerah.
Sebanyak 120 penerbang paralayang ikut kejuaraan ini. Kehadiran atlet perempuan menjadi warna tersendiri.
"Ada 120 penerbang dari 18 negara, dan semua sudah siap untuk take off di Batu Dua. Mereka di antaranya dari Korea, Ceko, Jerman, China, dan Malaysia. Pilot perempuan ada 26," kata Kadisparbudpora Sumedang sekaligus koordinator lapangan kejuaraan ini, Nandang Suparman, Senin.
Menurut pantauan Tribunjabar.id, langit Batu Dua, di Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, sangat cerah. Awan-awan putih berarak di angkasa. Sinar matahari total panasnya.
Tetapi, para penerbang paralayang belum bisa menjajal langit yang cerah itu dengan bentangan perasut mereka. Angin yang berembus belum ramah untuk terbang.
Baca juga: Prediksi Cuaca di Sumedang pada Hari Pertama Kejuaraan Paralayang
Kain oranye di lokasi para penerbang berkumpul, yang menjadi penanda arah angin masih bergerak-gerak tidak terntu. Angin yang tidak tentu arah itu kurang baik untuk terbang. Para penerbang ini menunggu angin berembus dari arah depan di lokasi mereka akan take off.
Hingga pukul 12.00, para penerbang belum melakukan penerbangan. Padahal dijadwalkan penerbangan dilakukan pada pukul 10.30.
Baca juga: 2 Pilot Paralayang Nyasar Disambut Sorak Suporter Bola: Mendarat di Stadion Ahmad Yani Sumedang
Terlihat para pilot menyiapkan dan mengatur parasut, dan memantau atau mengamati tekanan angin yang berhembus di sekitar Bukit Batu Dua.
"Saat ini belum take off dari Batu Dua, karena menungu angin yang bersahabat. Anginnya dari belakang, kita menunggu angin dari depan," kata Nandang. (*)
| Soroti Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang, DPRD Jabar Minta Perkuat Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti |
|
|---|
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
| Soroti Kasus RS Pakuwon, Dinkes Jabar Sebut Idealnya Setiap RS Punya Lebih dari Dua Dokter Kandungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/SUASANA-di-Bukit-Batu-Dua-di-Kecamatan-Cisitu-Kabupaten-Sumedang.jpg)