Kuliner Ramadhan: Pedas Gurihnya Burbacek Khas Indramayu
Burbacek sendiri merupakan akronim dari bubur, rumbah, dan cecek, karena kuliner itu terdiri dari perpaduan tiga komponen tersebut.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pedas dan gurih adalah dua kata yang tepat untuk mendeskripsikan Burbacek, salah satu kuliner khas dari Kabupaten Indramayu.
Burbacek sendiri merupakan akronim dari bubur, rumbah, dan cecek, karena kuliner itu terdiri dari perpaduan tiga komponen tersebut.
Rumbah ialah olahan makanan khas Indramayu yang terdiri dari kangkung dan tauge yang direbus kemudian disiram sambal kacang yang rasanya asin serta pedas.
Secara sekilas tampilan rumbah mirip seperti lotek, tetapi cara penyajiannya sedikit berbeda, karena pilihan sayurnya lebih sederhana, dan sambal kacangnya disiram di atasnya, bukan diulek kemudian diaduk bersama sayuran.
Baca juga: Ramadan 2026 di Cinde Paviliun: Menikmati Kehangatan Berbuka dalam Balutan Interior Etnik
Sementara cecek merupakan olahan makanan dari kikil sapi yang diberi parutan kelapa dan ditambahkan irisan cabai merah, sehingga rasanya gurih.
Karenanya, burbacek terdiri dari perpaduan bubur yang diberi topping rumbah dan cecek kemudian disiram sambal kacang.
Rasanya pedas dan gurih, sehingga cocok bagi penyuka makanan pedas, bahkan Burbacek menjadi salah satu kuliner favorit sebagian warga Indramayu untuk berbuka puasa.
Salah satu lokasi penjualan Burbacek yang menjadi favorit masyarakat Indramayu ialah Burbacek Makam 25 di Jalan Dharma Ayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.
Lokasinya berada di ruas jalan yang lebarnya kira-kira hanya cukup untuk dua unit minibus, dan persis di depan kompleks tempat pemakaman umum (TPU) setempat yang dikenal dengan nama makam selawe.
Namun, Burbacek Makam 25 pada hari biasa kerap diserbu ASN hingga karyawan swasta saat jam makan siang, dan dikenal sebagai salah satu perintis kuliner khas Indramayu tersebut.
Baca juga: Ramadan Street Food – Iftar Experience at éL Hotel Bandung
Bahkan, puluhan porsi burbacek yang dijual seharga Rp 10 ribu perporsi di lapak sederhana milik Nani (64) itu ludes hanya dalam waktu singkat.
"Saya jualan burbacek sudah bertahun-tahun, dan dari dulu lokasinya di makam selawe, sehingga diberi nama Burbacek Makam 25," kata Nani, pemilik Burbacek 25, saat ditemui di kiosnya, Kamis (19/2/2026).
Diketahui, selawe sendiri merupakan bahasa Jawa yang berarti angka 25, dan Nani memilihnya sebagai nama Burbacek Makam 25 agar lebih mudah diingat.
Selain burbacek, wanita yang kerap disapa Yu atau Yayu (sebutan bahasa Jawa - Indramayu untuk kakak perempuan) Nani tersebut juga menjajakan gorengan hingga aneka pepes.
| Kejati Jabar Periksa Tiga Tersangka Korupsi Perumahan DPRD Indramayu, Syaefudin Kirim Surat Sakit |
|
|---|
| Datangi Indramayu, Menteri PPPA Soroti Tingginya Angka Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Jabar |
|
|---|
| Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan, Wabup Indramayu Syaefudin Diperiksa Sebagai Tersangka |
|
|---|
| Petani di Indramayu Dilarang Pasang Jebakan Listrik untuk Basmi Tikus, Bisa Timbulkan korban Jiwa |
|
|---|
| DPMD Indramayu Catat Ratusan BUMDes Belum Berbadan Hukum, Singgung Pentingnya Legaltias |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/BURBACEK-untuk-buka-puasa.jpg)